Drama China terbaru, “When I Meet The Moon,” menjanjikan pengalaman emosional yang menggugah dan menggoda bagi para penontonnya. Tayang perdana pada 5 November 2026, drama ini dijiwai oleh kisah cinta yang berangkat dari pertemuan kembali dengan cinta pertama, Lin Yi dan Lu Yu Xiao menjadi pemeran utama dalam narasi yang penuh harapan ini.
Judul asli drama ini, “Zhe Yue Liang,” diadaptasi dari novel karya Zhu Yi yang terkenal, menjadikannya salah satu tayangan yang paling dinanti. Selain kisah menarik, penggemar juga mengharapkan kehadiran elemen-elemen cerita yang telah menjadi ciri khas Zhu Yi, seperti dalam karya sebelumnya, yaitu “Hidden Love” dan “The First Frost.”
Kehadiran “When I Meet The Moon” sebagai bagian ketiga dari Trilogi Nanwu menambah daya tariknya. Meskipun terhubung dalam satu semesta, setiap cerita memiliki karakter dan alur yang unik, menghadirkan berbagai nuansa romansa yang segar.
Kisah Romansa yang Mengharukan dan Memikat
“When I Meet The Moon” berfokus pada perjalanan hidup Yun Li, seorang wanita dengan kecemasan sosial yang berjuang untuk beradaptasi di dunia baru. Keberaniannya mengambil langkah maju untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di Nanwu menjadi titik awal bagi perubahan hidupnya.
Sebelum semester dimulai, Yun Li mendapatkan kesempatan menjadi kreator video di pusat pengalaman virtual reality, yang di luar dugaan membawanya bertemu kembali dengan Fu Shize, cinta pertamanya. Pertemuan ini menghidupkan kembali perasaan yang lama terpendam dalam diri Yun Li, dan dorongannya untuk mengejar Fu Shize pun semakin kuat.
Dengan kepribadian yang hangat dan niat yang tulus, Yun Li berhasil mendekatkan diri kepada Fu Shize, dan hubungan mereka mulai terjalin. Namun, di tengah kebahagiaan ini, konflik internal dan perbedaan pandangan mulai menghantui mereka.
Kepedihan dan Peluang Kedua dalam Cinta
Ketika keduanya terpisah akibat berbagai masalah pribadi, perjalanan cinta Yun Li dan Fu Shize mengalami kemunduran yang menyakitkan. Saat Yun Li memutuskan untuk melanjutkan studi di luar negeri, trauma yang dihimpun Fu Shize dari masa lalunya pun kembali menghantui.
Dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk bersatu kembali dengan wanita yang dicintainya. Fu Shize berusaha bangkit dan berhadapan dengan masa lalunya, sembari menuntut pencapaian baru bersama tim penelitiannya.
Ketika Yun Li kembali ke China, Fu Shize mengambil langkah berani untuk mendekati kembali, berusaha memenangkan kembali hati Yun Li yang sempat hilang. Hal ini menandakan bahwa perjalanan mereka tidak hanya tentang cinta, tetapi juga tentang pertumbuhan diri yang mendalam.
Pesan Moral dan Refleksi dalam Kisah Ini
Melalui perjalanan karakter Yun Li dan Fu Shize, “When I Meet The Moon” menggambarkan keindahan cinta pertama dan tantangan yang dihadapi dalam hubungan. Ini bukan sekadar kisah romansi biasa, melainkan refleksi mengenai keberanian dan tekad untuk mengatasi ketakutan dalam diri masing-masing.
Drama ini mengajarkan pentingnya komunikasi dan memahami satu sama lain dalam sebuah hubungan. Kesalahpahaman yang muncul bisa diselesaikan dengan harapan dan ketulusan untuk saling mendukung.
Dengan latar cerita yang mendalam dan karakter yang kuat, “When I Meet The Moon” diharapkan dapat menyentuh hati penontonnya. Ini bukan hanya sekadar penceritaan, tetapi juga perjalanan emosional yang mengajak kita untuk merenung tentang cinta sejati dan kesempatan kedua dalam hidup.







