Temuan mayat anak perempuan tanpa identitas mengejutkan warga Desa Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (22/5). Jenazah tersebut ditemukan terbungkus kain putih oleh seorang warga yang sedang bersiap untuk menunaikan salat subuh.
Kondisi tubuh korban sangat memprihatinkan, dengan banyak luka yang menunjukkan bahwa dia telah mengalami penderitaan sebelum meninggal dunia. Informasi lebih lanjut mulai diperoleh setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan lebih mendalam tentang kejadian ini.
Investigasi Awal Mengenai Temuan Jenazah Anak Perempuan
Setelah jenazah ditemukan, pihak kepolisian melakukan identifikasi awal. Kapolsek Katibung, Iptu Dita Hidayatullah menjelaskan bahwa mayat tersebut berjenis kelamin perempuan dan diperkirakan berusia sekitar 11 tahun. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya luka di bagian pinggang, yang diduga disebabkan oleh kondisi yang kurang baik.
Korban tampak sangat kurus dan diduga tidak mendapatkan perawatan yang cukup sebelum ajalnya. Luka di pinggangnya mungkin mengindikasikan bahwa dia telah dalam keadaan tidak terurus dalam waktu yang lama.
Dari informasi yang didapat, dokter memperkirakan bahwa kematian korban terjadi kurang dari 24 jam sebelum penemuan. Hal ini tentu menimbulkan spekulasi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Kemunculan Surat Wasiat yang Mengundang Tanda Tanya
Menariknya, di dekat jenazah ditemukan sebuah surat wasiat yang diduga ditulis oleh orang tuanya. Surat tersebut berisi penjelasan mengenai kondisi terakhir anak tersebut dan permohonannya untuk diurus dengan layak. Isi surat tersebut terdengar sangat menyedihkan dan meningkatkan rasa duka di antara warga.
Surat wasiat itu menyatakan bahwa anak tersebut meninggal akibat penyakit diabetes. Orang tua di dalam surat mengungkapkan ketidakmampuan mereka untuk memberikan pemakaman yang layak karena kondisi mereka yang terpuruk, setelah ditipu oleh orang lain.
Surat tersebut juga menggarisbawahi kesedihan dan kepedihan yang dirasakan oleh orang tua korban. Permohonan mereka untuk diurus dengan baik mencerminkan harapan terakhir mereka agar anak mereka tidak dilupakan.
Proses Pemakaman dan Tindakan Pihak Kepolisian
Setelah proses visum yang dilakukan di rumah sakit, jenazah akhirnya dimakamkan pada hari yang sama, yaitu Jumat (22/5). Proses pemakaman dilakukan dengan penuh rasa hormat, mengingat latar belakang tragis yang menyertai penemuan jenazah tersebut. Warga setempat juga banyak yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kapolsek Dita menyatakan bahwa pihaknya masih berupaya melacak keberadaan orang tua korban. Pencarian ini dilakukan untuk memberikan keadilan dan pemahaman lebih lanjut mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada anak tersebut.
Keberadaan surat wasiat tersebut telah menambah kepedihan dan misteri di balik kasus ini. Warga berharap agar pihak kepolisian dapat menemukan petunjuk lebih lanjut yang bisa mengungkap cerita di balik kejadian yang tragis ini.







