Jakarta – Sheila Marcia dan Dimas Akira merupakan pasangan yang terlihat harmonis meski sudah bertahun-tahun mengarungi bahtera pernikahan. Dalam berbagai wawancara dan kesempatan, mereka sering kali mengungkapkan satu prinsip yang menjadi pegangan, yaitu menempatkan Tuhan sebagai pusat dari hubungan mereka.
“Kehidupan pernikahan tentu tidak selalu mulus. Terdapat saat-saat sulit, namun tetap penting untuk mengingat bahwa Tuhan harus senantiasa menjadi fokus utama dalam pernikahan,” jelas Dimas Akira saat berbincang di Jakarta Selatan.
Sheila pun menegaskan bahwa prinsip ini berlaku di segala situasi, terutama saat menghadapi konflik di dalam rumah tangga mereka. Keberadaan Tuhan menjadi sandaran ketika keduanya mengalami perbedaan pendapat.
“Bahkan saat kita berselisih, kita tetap ingat bahwa Tuhan ada bersama kita, terutama saat perasaan sedang tidak stabil,” ungkap Sheila.
Tuhan Sebagai Pusat dalam Kehidupan Pernikahan
Menempatkan Tuhan sebagai pusat pernikahan adalah prinsip yang telah mereka pegang sejak awal hubungan mereka. Hal ini bukan hanya sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai panduan dalam berinteraksi satu sama lain.
Dalam pandangan Dimas, hubungan yang sehat memerlukan kehadiran elemen spiritual. “Ini bukan hanya tentang kita berdua, tetapi juga tentang bagaimana kita saling mendukung dalam perjalanan spiritual masing-masing,” ujarnya.
Sheila menjelaskan bahwa praktik doa bersama adalah salah satu cara mereka menguatkan hubungan. “Ketika kita berdoa bersama, kita merasakan kedekatan yang lebih dalam dan kemampuan untuk menghadapi masalah,” tambahnya.
Pentingnya Komunikasi dalam Menjaga Keharmonisan
Komunikasi yang baik adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dalam pernikahan mereka. Selain berdoa, mereka juga berusaha untuk selalu terbuka satu sama lain dalam menyampaikan perasaan dan pandangan.
Dimas menekankan bahwa berkomunikasi secara langsung, terutama saat ada masalah, menghindarkan mereka dari kesalahpahaman yang bisa memperburuk situasi. “Saling mendengarkan adalah hal yang sangat penting,” ujar Dimas.
Sheila menambahkan, “Ketika kita bisa berbicara dari hati ke hati, kita membantu diri kita untuk lebih memahami satu sama lain, bahkan saat menghadapi kesulitan.” Pendekatan ini terbukti efektif dalam memperkuat hubungan mereka.
Menerima Perbedaan dan Menghargai Satu Sama Lain
Dalam menghadapi berbagai tantangan, salah satu pelajaran yang mereka dapatkan adalah pentingnya saling menerima perbedaan. Meski terkadang ada pandangan yang berbeda, mereka mengapresiasi keberagaman cara berpikir satu sama lain.
Sheila menyadari bahwa kemampuan untuk menerima perbedaan adalah bagian dari proses tumbuh bersama. “Setiap orang pasti memiliki latar belakang dan cara pikir yang berbeda. Itulah yang membuat hubungan ini semakin kaya,” jelasnya.
Dimas pun menambahkan, “Ketika kita saling menghargai keunikan masing-masing, kita menciptakan ruang bagi pertumbuhan. Ini mengarahkan kita untuk bisa lebih menghargai satu sama lain.” Pendekatan ini menjadi fondasi yang kuat dalam hubungan mereka.
Pernikahan yang Berkembang dan Bertumbuh Bersama
Pernikahan adalah perjalanan yang tidak pernah berhenti. Sheila dan Dimas percaya bahwa mereka berdua harus terus berkembang baik sebagai individu maupun pasangan. Setiap pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menantang, mereka lihat sebagai peluang untuk tumbuh.
“Kita harus terus belajar, baik dari satu sama lain maupun dari pengalaman hidup,” kata Dimas. Hal ini menjadi motivasi bagi mereka untuk tak hanya fokus pada masalah, tetapi juga pada solusi yang bisa diambil.
Sheila menambahkan, “Penting untuk memperbarui komitmen kita setiap hari. Dengan cara ini, kita bisa menghidupkan kembali cinta dan rasa saling menghormati,” jelasnya. Keduanya sepakat untuk selalu berusaha menjadikan setiap hari dalam pernikahan mereka berarti.







