Penyanyi senior Chandra Satria baru-baru ini mengumumkan proyek terbarunya yang menarik berjudul “Dan Bila Esok”. Dengan inovasi yang menggabungkan musik dan visual, proyek ini menghadirkan pengalaman yang lebih mendalam bagi para pendengar, serta memadukan tiga lagu ke dalam film pendek yang saling terhubung.
Chandra berkomitmen untuk menciptakan sesuatu yang berbeda dan mendalam. Ia percaya bahwa setiap lagu memiliki cerita yang layak untuk diceritakan dan dinikmati dalam bentuk visual, bukan hanya melalui audio semata.
“Saya selalu percaya bahwa lagu itu punya cerita,” kata Chandra. “Setelah sekian lama berada di dunia musik, saya ingin menghadirkan kisah tersebut agar lebih bisa dirasakan oleh penikmatnya,” tuturnya saat peluncuran proyek di Jakarta, baru-baru ini.
Menemukan Inspirasi di Balik Karya Terbaru Chandra Satria
Chandra mengungkapkan bahwa gagasan untuk menciptakan konsep trilogi ini sudah ada dalam pikirannya sejak lama. Namun, ia baru dapat merealisasikannya tahun lalu setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk faktor finansial.
“Keinginan ini sebenarnya sudah ada sejak lama, tapi UUD (ujung-ujungnya duit) membuat saya berpikir dua kali,” jelas Chandra sambil tersenyum. “Setelah mengumpulkan keberanian, akhirnya saya memutuskan untuk mulai mengerjakan ide ini.”
Beberapa kolaborasi dengan musisi ternama, seperti Sheila Majid dan Dewi Lestari, menjadi bagian penting dalam proses penciptaan lagu-lagu di proyek ini. Dari lagu-lagu yang telah direkam, Chandra mengembangkan alur cerita yang menarik dan menyatu dengan musikalitasnya.
Proses Kreatif dalam Membuat Trilogi Musik dan Visual
Chandra menjelaskan tentang perjalanan kreatifnya dalam mengembangkan trilogi ini. Tahun lalu, usai berduet dengan Sheila Majid, ia mulai berpikir untuk mengaitkan lagu-lagunya menjadi sebuah narasi yang utuh.
“Setelah merampungkan kolaborasi, ide untuk mengubah lagu ini menjadi sebuah cerita pendek muncul,” tambahnya. Harapannya, penonton dapat merasakan pengalaman yang lebih dari sekadar mendengarkan lagu.
Dalam merealisasikan proyek ini, Chandra menggandeng penulis skenario Titien Wattimena dan sutradara Agung Sentausa. Keduanya memiliki visi yang sejalan dengan ide Chandra, sehingga proses penyatuan tiga lagu ke dalam satu rangkaian cerita menjadi lebih mudah.
Memperkenalkan Karakter dan Cerita dalam Proyek Musik
Proyek ini tidak hanya berfokus pada musik, tetapi juga pengembangan karakter yang mendalam. Chandra percaya bahwa setiap lagu mewakili emosi dan kisah hidup yang dihadapi seseorang, sehingga penting untuk menciptakan karakter yang bisa menghidupkan cerita tersebut.
Melalui visual yang kuat dan musik yang mendalam, Chandra ingin menghadirkan pengalaman baru bagi penonton. Ia berharap penonton dapat merasa terhubung dengan setiap karakter dan alur ceritanya.
“Dengan menggabungkan elemen musik dan visual, saya ingin membawa penonton ke dalam dunia yang berbeda. Tentunya, pengalaman ini juga diharapkan menjadi momen refleksi bagi setiap individu,” ujarnya. Proyek ini pun diharapkan dapat membuka peluang bagi lebih banyak kolaborasi di masa mendatang.







