Drama Korea terbaru, Doctor X, mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam rating setelah terjadinya kontroversi yang menyangkut penggambaran sejarah di salah satu episodenya. Penurunan ini tercatat sekitar empat persen, menunjukkan reaksi penonton yang beragam terhadap isu yang diangkat dalam tayangan tersebut.
Menurut informasi yang diterima dari Nielsen Korea, episode kedelapan Doctor X meraih rating 16,6 persen pada Sabtu (31/10), menurun dari 19,5 persen yang didapat episode enam. Komentar beragam muncul baik dari para penggemar maupun kritikus mengenai hal ini.
Kontroversi yang melanda drama ini berawal dari penggambaran peristiwa Pemberontakan Demokratis Gwangju yang terjadi pada Mei 1980 dalam salah satu adegannya. Tokoh utama dalam drama berusaha mengeluarkan peluru dari otak pasien yang telah terbaring selama 46 tahun akibat insiden tragis tersebut.
Ketika insiden terjadi, pasien yang diceritakan tertembak saat terjadi penindakan keras pada demonstrasi pro-demokrasi. Pemberontakan ini merupakan usaha rakyat untuk menuntut perubahan dalam pemerintahan yang saat itu dipegang oleh junta militer.
Peristiwa Gwangju, yang berakhir dengan penindakan lebih dari 200 jiwa, menjadi babak hitam dalam sejarah Korea Selatan dan menjadi pusat protes hingga saat ini. Reaksi publik yang kuat terkait penggambaran ini menunjukkan ketidakpuasan akan bagaimana sejarah sensitif diperlakukan dalam media.
Reaksi Publik terhadap Kontroversi Drama Doctor X
Setelah episode keenam ditayangkan, berbagai reaksi kritik mulai bermunculan di media sosial serta platform lainnya. Banyak penonton mengecam penggambaran yang dianggap merendahkan makna dari peristiwa tersebut. Hal ini pun berujung pada petisi yang ditandatangani ratusan ribu orang yang meminta penghentian penayangan drama.
Petisi tersebut disampaikan kepada Majelis Nasional, menuntut agar proses produksi Doctor X ditinjau kembali. Kritikan ini tidak hanya terbatas pada penggambaran sejarah, tetapi juga prosedur medis yang ditampilkan dalam tayangan.
Para penonton merasa bahwa beberapa elemen dalam prosedur medis yang diperlihatkan kurang akurat, yang selanjutnya berpotensi untuk membingungkan penonton yang tidak berpengalaman. Dari situ, kritik mengenai ketidaksesuaian prosedur medis dengan praktik yang sebenarnya mulai mencuat ke permukaan.
Salah satu adegan menjadi sorotan adalah ketika seorang dokter bertindak sepihak dalam proses medis. Penonton mempertanyakan keputusan tersebut karena melibatkan beberapa spesialisasi medis yang seharusnya mengikuti protokol yang lebih ketat.
Kritik semacam ini menunjukkan bagaimana pentingnya akurasi dalam menggambarkan profesi medis, khususnya dalam drama yang berfokus pada kehidupan rumah sakit, di mana ketegangan sering terjadi di antara keputusan medis dan etika.
Popularitas Internasional dan Peringkat Global Drama
Meski menghadapi penurunan jumlah penonton di Korea Selatan, Doctor X masih memiliki popularitas yang kuat di pasar internasional. Drama ini tercatat sebagai salah satu tayangan terpopuler di Netflix, dengan peringkat yang cukup baik di kalangan penonton non-bahasa Inggris.
Berdasarkan data dari platform pemeringkatan resmi, Doctor X menempati posisi kedua dalam daftar tayangan TV global untuk minggu keempat Oktober setelah sebelumnya berada di posisi pertama. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan di dalam negeri, ketertarikan luar negeri tetap kuat.
Sinopsis drama ini berfokus pada Gye Soo-jung, seorang dokter bedah cerdas dan berani menantang sistem korup yang ada dalam rumah sakit. Karakter yang dimainkan Kim Ji-won itu menarik perhatian banyak orang sejak perilisan pertamanya.
Pada saat debut, drama ini berhasil mendapatkan rating yang tinggi, mencatatkan prestasi sebagai salah satu miniseri Korea dengan peringkat debut tertinggi sepanjang tahun ini. Kesuksesan ini seolah menunjukkan betapa menariknya cerita di balik layar hospital yang penuh dengan intrik dan tantangan.
Namun, isu yang sedang berkembang saat ini dapat berpotensi memengaruhi citra drama tersebut di masa depan. Penting bagi pihak produksi untuk mendengarkan masukan dari masyarakat agar dapat memperbaiki kesalahan dan menyampaikan pesan yang sesuai.
Perspektif ke Depan untuk Doctor X
Sambil melihat ke depan, tantangan bagi Doctor X adalah untuk merebut kembali kepercayaan penontonnya. Tanya jawab mengenai penggambaran peristiwa bersejarah dan prosedur medis menjadi hal yang perlu dicermati lebih jauh dalam pengembangan cerita selanjutnya.
Pihak produksi perlu bersikap lebih sensitif terhadap perilisan materi yang dapat menyinggung sejarah yang kelam. Ini membutuhkan penanganan yang hati-hati dan penelitian yang mendalam agar dapat menyampaikan kisah yang tidak hanya menarik, tetapi juga edukatif.
Ke depannya, Doctor X diharapkan dapat menjadi contoh bagi drama lainnya dalam menggambarkan isu-isu sensitif secara bertanggung jawab. Hal ini juga berpotensi untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tayangan yang dihadirkan di layar kaca.
Pada akhirnya, drama yang baik adalah yang mampu memberikan hiburan sekaligus menyajikan pesan moral yang berarti. Dengan memperhatikan kritik publik, Doctor X memiliki potensi untuk menunjukkan pertumbuhan yang baik.
Perlu diingat bahwa penayangan sebuah drama tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga ada tanggung jawab sosial dalam menyampaikan cerita yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dengan tepat dan akurat.







