Kementerian Dalam Negeri baru-baru ini menyampaikan data inflasi nasional yang menunjukkan kecenderungan positif. Inflasi pada bulan April 2026 tercatat sebesar 2,42 persen secara year-on-year (yoy), yang berada dalam target pemerintah antara 1,5 hingga 3,5 persen, menguntungkan seluruh masyarakat, baik konsumen maupun produsen.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, mengingatkan agar pemerintah daerah dan kementerian terkait tidak terlena. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan secara hybrid, secara tegas ia menegaskan pentingnya menjaga harga komoditas agar tetap stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kita perlu memastikan bahwa semua harga tetap di bawah HET, “ujarnya, menekankan perlunya tindakan proaktif atas pergerakan harga.
Perhatian Khusus terhadap Inflasi di Daerah
Tomsi juga mengajak kepada seluruh kepala daerah untuk lebih memperhatikan angka inflasi di masing-masing wilayah. Apabila inflasi di suatu daerah melebihi rata-rata nasional, langkah-langkah pengendalian harus segera diambil.
“Kepala daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak hanya perlu hadir dalam rapat, tetapi juga harus turun ke lapangan untuk memantau kondisi,” imbuhnya.
Agendas pengendalian inflasi harus menjadi prioritas bagi setiap daerah, terutama yang menghadapi tantangan lebih besar dalam menjaga kestabilan harga.
Komoditas yang Mempengaruhi Indeks Perkembangan Harga
Salah satu fokus pembahasan dalam rapat tersebut adalah sejumlah komoditas utama yang berdampak pada Indeks Perkembangan Harga (IPH). Beberapa komoditas yang disoroti antara lain minyak goreng, bawang merah, gula pasir, cabai merah, dan beras.
Ada peningkatan jumlah daerah yang melaporkan kenaikan harga minyak goreng, mencapai 240 kabupaten/kota di minggu kelima April 2026. Ini menunjukkan adanya tanda-tanda permasalahan yang lebih luas dalam rantai pasokan barang.
Pengamatan ini semakin penting mengingat setiap kenaikan harga, meski kecil, diyakini dapat mempengaruhi keseluruhan ekonomi lokal.
Pentingnya Tindakan Proaktif dalam Mengatasi Kenaikan Harga
Tomsi menegaskan, meskipun kenaikan harga yang tercatat mungkin tampak tidak signifikan, penting untuk bertindak cepat. “Kita tidak boleh menganggap remeh, kenaikan seribu rupiah pun harus diantisipasi,” ungkapnya.
Respons cepat atas kenaikan harga sangat dibutuhkan, terutama untuk komoditas yang diatur oleh pemerintah. Dalam hal ini, kerjasama antar instansi dan daerah menjadi krusial.
Rapat yang dihadiri oleh beberapa narasumber kunci juga menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mengatasi masalah inflasi di daerah.







