Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengupayakan pengembangan Bandar Antariksa Nasional di Pulau Biak, Papua, untuk meningkatkan kapasitas konektivitas digital di Indonesia. Tujuan dari pembangunan ini adalah untuk menciptakan infrastruktur yang dapat mendukung peluncuran roket dan mendorong perkembangan teknologi antariksa di tanah air.
Pembangunan Bandar Antariksa di Biak tidak hanya didasarkan pada kebutuhan teknologi semata, tetapi juga merupakan bagian dari strategi nasional yang lebih besar. Dengan adanya peraturan dan kebijakan yang mendasari, langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam industri antariksa global.
BRIN menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai sektor dalam percepatan pembangunan ini. Komunikasi dan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pentingnya Pembangunan Bandar Antariksa untuk Indonesia
Pembangunan Bandar Antariksa di Pulau Biak memiliki dasar hukum yang kuat, di antaranya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan. Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2017 dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2023 juga menjadi landasan penting dalam implementasi proyek ini.
Melalui rencana induk keantariksaan yang diperbarui hingga 2045, Indonesia bertujuan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan cita-cita bangsa. Pembangunan yang terencana memungkinkan Indonesia untuk menduduki posisi yang lebih signifikan dalam peta antariksa dunia.
Secara lebih spesifik, Pulau Biak dipilih sebagai lokasi peluncuran roket karena berdekatan dengan garis khatulistiwa. Keistimewaan geografis ini memberi keuntungan dari segi efisiensi energi dan pengurangan biaya peluncuran.
Peran Ekonomi Antariksa dalam Pembangunan Nasional
Pembangunan Bandar Antariksa di Biak juga memiliki dampak luas terhadap ekonomi lokal dan nasional. Diperkirakan bahwa ekonomi antariksa global akan menyumbang sekitar lima persen dari Produk Domestik Bruto dunia, sehingga Indonesia pun perlu ikut berpartisipasi aktif.
Industri antariksa memberikan peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya Bandar Antariksa, diharapkan tercipta sinergi antara berbagai sektor industri dan meningkatkan daya saing nasional.
Proyek ini tidak hanya menjanjikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat diplomasi antariksa Indonesia di tingkat global. Pembangunan infrastruktur ini akan menjadi salah satu langkah strategis untuk mempromosikan kerjasama internasional dalam bidang teknologi antariksa.
Tahapan Pembangunan dan Proses Peluncuran Roket
Seluruh proses peluncuran roket di BRIN diawali dari desain dan manufaktur roket. Tahapan ini penting untuk memastikan setiap aspek teknis terjaga, dan peluncuran dapat dilakukan dengan aman dan efektif.
Setelah tahap desain, proses verifikasi kesiapan dilakukan untuk menentukan apakah proyek siap dilaksanakan. Notifikasi pengajuan NOTAM dan NOTMAR juga merupakan bagian dari proses untuk membuka ruang udara dan laut bagi kegiatan peluncuran.
Komunikasi dengan masyarakat lokal dan lembaga terkait juga penting dalam tahap persiapan peluncuran. Sosialisasi akan dilakukan agar masyarakat memahami manfaat pembangunan ini dan dapat berpartisipasi aktif.




