Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa Bulan berpotensi menjadi ‘kuburan’ pesawat antariksa dan satelit. Sejumlah lokasi di permukaan Bulan direncanakan sebagai tempat pembuangan satelit dan wahana yang telah tidak berfungsi.
Dalam dua dekade mendatang, jumlah satelit yang mengorbit Bulan diperkirakan akan meningkat secara signifikan. Hal ini seiring dengan upaya badan antariksa dan perusahaan swasta untuk mendirikan pangkalan, melakukan eksperimen penambangan, dan membangun instrumen ilmiah di permukaan Bulan yang gersang.
Berdasarkan laporan terbaru, peningkatan aktivitas ini akan didukung oleh konstelasi satelit yang dirancang untuk penentuan posisi, navigasi, dan komunikasi. Namun, ketika satelit-satelit ini kehabisan bahan bakar, satu-satunya pilihan bagi operator adalah mengarahkan satelit-satelit tersebut ke permukaan Bulan untuk mendarat darurat.
Ancaman Satelit Mati di Permukaan Bulan
Para peneliti khawatir jika Bulan menjadi ‘kuburan’ satelit dan wahana antariksa. Menurut mereka, penyebaran bagian-bagian satelit di permukaan Bulan dapat mengganggu instrumen ilmiah dan situs-situs bersejarah yang ada di sana.
Dengan kecepatan tumbukan yang bisa mencapai 1,2 mil per detik, dampak dari tabrakan tersebut bisa sangat merusak. Tabrakan ini berpotensi menghasilkan awan debu yang luas, yang dapat merusak peralatan selama penelitian di Bulan.
“Ini bukan masalah yang mendesak, tetapi semakin banyak satelit yang ada, semakin besar kemungkinan untuk melewati lokasi-lokasi yang secara ilmiah atau budaya memiliki nilai tinggi,” kata seorang ahli dari universitas ternama.
Peningkatan Misi Bulan dan Rencana Pembuangan
Lebih dari 400 misi Bulan sudah direncanakan dalam dua dekade ke depan, termasuk proyek-proyek besar seperti Lunar Gateway. Proyek ini akan fokus pada pembangunan stasiun luar angkasa yang mengorbit Bulan dan basis penelitian seperti Artemis.
Dalam waktu dekat, European Space Agency (ESA) juga merencanakan peluncuran satelit Lunar Pathfinder. Satelit ini akan berfungsi sebagai platform uji coba untuk konstelasi satelit bulan yang diperkirakan akan beroperasi sekitar tahun 2030.
Rencana juga sedang dibuat untuk pembuangan satelit Lunar Pathfinder yang akan beroperasi selama delapan tahun. Semua ini menekankan pentingnya solusi pembuangan yang efektif dan bertanggung jawab untuk menjaga kawasan luar angkasa yang bersih.
Alternatif untuk Pembuangan Satelit
Operator satelit memiliki beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan untuk pembuangan satelit yang sudah tidak berfungsi. Opsi pertama adalah melengkapi satelit dengan unit propulsi dan bahan bakar yang cukup untuk membawanya jauh dari Bulan, meskipun ini bisa sangat mahal.
Alternatif kedua adalah memindahkan satelit ke orbit yang lebih jauh. Namun, medan gravitasi Bulan yang tidak merata membuat pilihan ini sangat menantang. Opsi terakhir adalah menabrakkan satelit ke permukaan Bulan, yang butuh perencanaan yang hati-hati.
Beberapa badan antariksa sedang bekerja untuk menetapkan praktik terbaik dalam pembuangan satelit Bulan. Salah satu pendekatan yang dipertimbangkan adalah mengarahkan satelit yang sudah tidak berfungsi ke lokasi tertentu yang ditentukan untuk mengurangi dampak negatif pada permukaan Bulan.
Menetapkan zona kuburan di Bulan dianggap sebagai solusi praktis. Dengan menentukan lokasi tertentu untuk pembuangan, artefak manusia yang tersisa dapat diminimalisir dan situs-situs ilmiah dapat konservasi.
Penting juga untuk memastikan bahwa ketika satelit-satelit tersebut dibuang, tidak ada kerusakan yang terjadi pada lokasi-lokasi yang kaya akan nilai ilmiah dan historis. Hal ini bisa dilakukan melalui pengaturan yang baik pada zona dampak.
Pakar menyatakan bahwa memanfaatkan gelombang seismik yang dihasilkan dari benturan ini dapat memberikan wawasan tambahan tentang struktur Bulan. Dengan demikian, proses pembuangan satelit juga bisa menjadi kesempatan untuk penelitian lebih lanjut tentang tubuh langit ini.




