Berhasil menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada pola makan yang sehat dan rutin berolahraga. Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi upaya diet dan salah satunya adalah stres, yang sering kali tidak disadari menjadi penghalang utama.
Dalam keadaan tertekan, banyak orang cenderung mencari pelarian melalui makanan. Tekanan mental ini tak jarang membuat individu kehilangan fokus dalam menghitung kalori atau mengikuti rutinitas latihan yang telah direncanakan.
Stres yang berlebihan dapat memicu kebiasaan makan tidak sehat, yang dikenal dengan istilah “stress eating.” Ketika hal ini terjadi, individu cenderung mengonsumsi jenis makanan yang tinggi gula dan karbohidrat, yang disebut sebagai “comfort food” yang memberikan rasa kenyamanan sementara.
Kondisi ini sangat berkaitan dengan hormonal tubuh, terutama kortisol. Hormon ini meningkat saat tubuh mengalami stres, baik itu dari ancaman fisik seperti dikejar oleh hewan buas, atau dari tekanan mental sehari-hari seperti tenggat waktu pekerjaan.
Pengaruh Stres terhadap Pola Makan dan Kebiasaan Diet
Stres dapat mengubah cara otak kita merespons makanan. Ketika tingkat kortisol meningkat, seseorang menjadi lebih cenderung memilih makanan yang memberikan energi cepat.
Menurut para ahli, ini adalah mekanisme bertahan hidup yang telah ada sejak zaman prasejarah. Tubuh kita merespons stres dengan mencari sumber energi instan, yaitu makanan manis dan tinggi karbohidrat.
Selain itu, saat stres, kemampuan untuk membuat keputusan yang baik dalam memilih makanan sehat menjadi terpengaruh. Hal ini sering kali mengarah pada pilihan yang buruk dan menambah berat badan.
Di beberapa kasus, individu dapat mengalami binge eating, di mana mereka mengonsumsi banyak makanan dalam waktu singkat sebagai cara untuk meredakan ketegangan emosional.
Dengan demikian, langkah pertama dalam upaya penurunan berat badan adalah mengatasi masalah stres. Mengelola stres dengan cara yang sehat dapat membantu individu mengubah pola makan dan kembali pada rencana diet yang lebih efektif.
Hubungan antara Tidur dan Proses Penurunan Berat Badan
Pola tidur juga memegang peranan penting dalam keberhasilan diet. Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh merasa lelah, tetapi juga berdampak pada keseimbangan hormonal yang mengatur nafsu makan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal mempelajari lebih dari 2000 peserta menunjukkan bahwa mereka yang memiliki pola tidur teratur lebih berhasil menurunkan berat badan dalam satu tahun terakhir.
Ketika kita tidur dengan cukup, tubuh dapat memperbaiki dan mengatur fungsi metabolisme dengan baik. Sebaliknya, kurang tidur dapat meningkatkan rasa lapar dan mengurangi kemampuan tubuh membakar lemak.
Dalam kondisi kurang tidur, tubuh cenderung meningkatkan produksi ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan, sambil menurunkan produksi leptin, hormon yang memberi sinyal rasa kenyang. Akibatnya, individu merasa lapar meskipun sudah cukup makan.
Hal ini menunjukkan pentingnya menjadikan tidur sebagai prioritas dalam upaya menurunkan berat badan yang efektif. Memastikan tubuh beristirahat dengan baik dapat memperbaiki fokus dan disiplin dalam menjalani diet.
Pentingnya Memperhatikan Kualitas Makanan yang Dikonsumsi
Selain stres dan kurang tidur, kualitas makanan yang Anda konsumsi juga berpengaruh besar terhadap hasil diet. Makanan berkualitas tinggi tidak hanya memberikan nutrisi yang diperlukan, tetapi juga memberikan rasa kenyang lebih lama.
Pilihlah makanan yang kaya serat, seperti sayuran, buah-buahan, serta biji-bijian utuh. Makanan ini tidak hanya baik untuk kesehatan pencernaan, tetapi juga membantu menstabilkan kadar gula darah yang berkontribusi dalam mengatur nafsu makan.
Di sisi lain, makanan yang tinggi gula dan lemak jenuh dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, diikuti dengan penurunan yang drastis. Ini dapat menjadikan Anda merasa lapar lebih cepat dan berpotensi menggagalkan upaya diet yang sedang dilakukan.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan cara memasak makanan. Memilih metode memasak yang lebih sehat, seperti mengukus atau memanggang, alih-alih menggoreng bisa menjadi langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan.
Dengan demikian, Anda akan lebih mampu mengendalikan porsi makanan yang dikonsumsi serta meningkatkan peluang untuk berhasil dalam proses penurunan berat badan.




