Lenovo telah meluncurkan Lenovo Tech Day 2026 dengan tema menarik berjudul “The Race for Enterprise AI”. Forum ini menjadi platform strategis bagi perusahaan asal China tersebut untuk menyampaikan visi dan arah perkembangan terkait penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor perusahaan, khususnya di Indonesia.
Dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (13/1/2026), Lenovo turut memperkenalkan CIO Playbook 2026. Laporan tahunan ini merupakan hasil kerjasama antara Lenovo dan IDC dan sudah memasuki tahun keempat peluncurannya.
CIO Playbook 2026 disusun dari hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 920 Chief Information Officer (CIO) dan direktur TI di sepuluh pasar Asia Pasifik, termasuk negara-negara di kawasan ASEAN. Melalui penelitian ini, Lenovo berhasil memetakan kesiapan, kapabilitas, serta prioritas yang harus diambil dalam mengadopsi AI di lingkungan bisnis.
Menggali Temuan Penting dalam CIO Playbook 2026
Vice President Commercial Portfolio & Product Management Lenovo, Thomas Butler, menekankan adanya perubahan signifikan dalam cara pandang perusahaan terhadap AI. Menurutnya, tahun lalu banyak perusahaan yang masih berfokus pada eksperimen, namun kini mereka beralih kepada pertanyaan penting: bagaimana AI dapat meningkatkan pendapatan dan profitabilitas?
Data dari CIO Playbook 2026 menunjukkan kenaikan signifikan bagi faktor peningkatan pendapatan yang kini menempati posisi teratas dalam prioritas bisnis perusahaan. Ini menandakan transisi dari fase percobaan menuju fase di mana perusahaan menuntut hasil bisnis yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.
Selain itu, Lenovo mencatat bahwa reinvensi bisnis berbasis AI menjadi prioritas kedua. Transformasi ini tidak hanya menuntut inovasi teknis, tetapi juga perubahan dalam budaya organisasi dan peningkatan kualitas pelatihan bagi karyawan. Adopsi AI kini menyentuh semua aspek operasi bisnis sehari-hari.
Prioritas dalam Pendekatan Berbasis Hasil
Dengan penekanan pada pengalaman dan kepuasan yang merupakan prioritas ketiga, di tahun 2026 ini, fokus pada AI lebih didasarkan pada pendekatan berbasis hasil. Hal ini menunjukkan perubahan dalam strategi perusahaan yang kini melihat AI sebagai alat untuk mencapai tujuan yang lebih besar daripada sekadar teknologi.
Lenovo juga mengungkapkan bahwa 96% dari perusahaan yang disurvei berencana untuk meningkatkan investasi mereka dalam AI pada tahun 2026. Investasi ini akan meliputi pengembangan AI generatif, penggunaan agen AI, serta komputasi cloud publik.
Selain fokus pada pengembangan teknologi, keamanan, kepercayaan, dan transparansi juga menjadi aspek penting dalam investasi AI. Hal ini mencerminkan kebutuhan perusahaan untuk tidak hanya mendapatkan pengembalian investasi yang cepat tetapi juga untuk memastikan bahwa layanan yang diberikan adalah yang terbaik.
Pentingnya Transformasi dan Investasi di Era AI
Thomas menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan kini tidak sekadar melihat dari sisi finansial, tetapi juga dari aspek layanan pelanggan yang lebih baik dan peningkatan keterlibatan karyawan. Pengambilan keputusan yang lebih baik adalah hasil lain yang ingin dicapai melalui penerapan AI.
Transformasi digital diorganisasi semakin mendesak, dan karyawan dituntut untuk memahami serta mengintegrasikan proses berbasis AI ke dalam aktivitas sehari-hari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan dunia kerja akan berbeda, dan kesiapan untuk beradaptasi menjadi sangat penting.
Dengan demikian, Lenovo melalui CIO Playbook 2026 tidak hanya memberikan gambaran tentang tren yang ada, tetapi juga mendorong perusahaan untuk bersiap menghadapi tantangan dan peluang yang ada di depan. Keberhasilan dalam mengadopsi AI akan sangat bergantung pada kesiapan setiap organisasi untuk berinovasi dan beradaptasi.




