Perubahan besar dalam lanskap media menjadi topik hangat yang diperbincangkan saat ini. Chairul Tanjung, tokoh penting di industri ini, menekankan penurunan signifikan jumlah penonton televisi, yang semakin tergerus oleh media sosial.

Setiap tahun, penonton televisi mengalami penurunan, terutama di kalangan generasi muda. Hal ini menandai transisi dari media tradisional ke platform digital yang lebih dinamis dan cepat.

Dalam suasana yang kian berkembang ini, TikTok menjadi sorotan utama. Platform tersebut telah menarik perhatian berbagai generasi dan memberikan cara baru dalam mengakses informasi.

Pergeseran Media dari Tradisional ke Digital

Chairul Tanjung menjelaskan bahwa pergeseran ini berlangsung secara bertahap. Mulanya, media cetak mengalami penurunan, diikuti dengan media televisi, dan kini media sosial mengambil alih.

Ia mencatat bahwa seiring dengan perkembangan teknologi, media digital juga mulai menghadapi tantangan serupa. Berita yang dulunya disampaikan lewat televisi kini lebih cepat tersebar melalui platform seperti TikTok.

CT juga menambahkan bahwa media cetak sudah mulai kehilangan relevansi. Dengan berkurangnya minat baca, banyak orang yang beralih ke platform digital untuk mendapatkan berita terkini.

Peran TikTok dalam Penyebaran Informasi

Dalam pandangannya, TikTok telah menjadi sumber informasi yang sangat cepat dan efisien. Pengguna dari berbagai kalangan, mulai dari generasi alpha hingga baby boomers, memanfaatkan platform ini untuk memperolehdalam informasi.

Contoh konkret tentang hal ini terlihat saat terjadi demonstrasi pada Agustus lalu. Siaran langsung di TikTok menjadikan peristiwa itu semakin menarik perhatian.

Kepopuleran TikTok dicerminkan dari bagaimana platform ini menampilkan berbagai perspektif dalam peristiwa penting. Kecepatan penyebaran informasi membuat media sosial seperti TikTok menjadi kekuatan baru dalam dunia jurnalistik.

Ajakan untuk Mahasiswa Memanfaatkan Media Sosial

Menyikapi perubahan ini, Chairul Tanjung mendorong para mahasiswa untuk beradaptasi. Dalam konteks jurnalisme, mereka bisa memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyampaikan informasi secara lebih menarik.

Menurutnya, mahasiswa dapat berperan sebagai jurnalis yang lebih personal melalui platform media sosial. Dengan Instagram, TikTok, dan YouTube, mereka dapat menyampaikan perspektif yang lebih segar dan relevan.

CT berpesan agar mahasiswa mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin yang baik. Dengan memahami dan menggunakan media sosial secara bijak, mereka bisa memiliki dampak positif dalam masyarakat.

Membangun Daya Juang dan Semangat Mahasiswa

Chairul Tanjung menyarankan agar mahasiswa mulai membangun pola pikir yang progresif. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka dapat menghadapi tantangan di masa depan.

Ia mengingatkan kembali pentingnya peran mahasiswa dalam perubahan sosial. Aktif di media sosial bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen informasi yang konstruktif.

Dari pengalaman historisnya, CT dikenal sebagai Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia. Ia memahami betul dinamika organisasi kemahasiswaan yang telah berubah seiring waktu.

Iklan