Penyanyi dan aktris terkenal Aura Kasih baru-baru ini menyambangi Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Pada kunjungannya tersebut, ia mengurus administrasi perwalian anak dari pernikahan sebelumnya, yang merupakan langkah penting bagi kehidupannya dan putrinya.
Ia baru mengurus administrasi ini empat tahun setelah perceraian dari mantan suaminya, Eryck Amaral, yang menunjukkan bahwa urusan ini tidak bisa dianggap remeh dan memerlukan perhatian serius.
“Administrasi aja sih. Untuk mempermudah aja (perwalian),” jelas Aura saat diwawancarai, menggambarkan bahwa ia ingin proses ini berlangsung tanpa hambatan.
Dengan semakin bertambahnya usia anaknya, Aura merasa perlu untuk mengurus berbagai dokumen, termasuk paspor dan visa, yang tak terelakkan seiring kegiatan anak yang semakin banyak. Setiap perjalanan ke luar negeri memerlukan persetujuan dari ayahnya, sehingga perwalian menjadi hal yang penting untuk ditetapkan.
“Karena, sudah mulai lagi banyak pergi-pergi. Buat sekolah, visa, paspor. Kalau ke Eropa pasti ditanya persetujuan ayahnya,” tambahnya, menegaskan bahwa administrasi tersebut akan memudahkan perjalanan mereka.
Proses Hukum yang Ditempuh Aura Kasih untuk Perwalian Anaknya
Pada kesempatan tersebut, Aura hadir dengan kuasa hukumnya, Yanti Nurdin, yang menjelaskan detail tentang hak asuh anak. Setelah perceraian, hak asuh anak sepenuhnya diberikan kepada Aura, sesuai dengan keputusan pengadilan yang telah dibuat sebelumnya.
Yanti juga menegaskan bahwa persetujuan Eryck Amaral tidak diperlukan dalam pengurusan administrasi ini, yang mengindikasikan bahwa proses hukum dapat berjalan tanpa adanya hambatan lebih lanjut. “Penetapan perwalian, gak sepenuhnya butuh persetujuan bapaknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan putusan perceraian, semua hal terkait perwalian anak memang sudah ditetapkan. Dalam hal ini, Aura merasa yakin bahwa segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar.
Namun, proses perwalian ini belum sepenuhnya selesai. Sidang lanjutan dijadwalkan pada 23 Desember, meskipun Aura tidak wajib hadir di sidang tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kompleksitas hukum dalam perceraian terkadang bisa berlangsung cukup lama.
Dengan membawa semua dokumen yang diperlukan, Aura berharap semua hal administratif ini bisa diselesaikan secepat mungkin demi kebaikan anaknya yang saat ini berada dalam pengasuhannya.
Sejarah Pernikahan Aura Kasih dan Eryck Amaral yang Singkat
Aura Kasih dan Eryck Amaral menikah pada tahun 2018 dan memiliki seorang anak dari pernikahan mereka. Meskipun hubungan mereka terlihat menjanjikan, pernikahan tersebut hanya bertahan selama sekitar dua tahun.
Saat Aura mengajukan gugatan cerai pada 17 Desember 2020, proses tersebut pun berjalan melalui e-court, menunjukkan kemudahan akses untuk menyelesaikan masalah hukum di era digital ini. Perceraian mereka resmi diputuskan pada 28 April 2021.
Pengadilan Agama Jakarta Selatan memutuskan perceraian mereka secara verstek, mengingat Eryck tidak pernah hadir di persidangan. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi tentang kondisi pernikahan mereka yang sebenarnya.
Saat ini, Aura Kasih fokus pada pengasuhan anaknya dan mengurus segala administrasi yang diperlukan untuk memastikan kebutuhan si kecil terpenuhi dengan baik. Ia sangat berkomitmen untuk menjadi ibu yang terbaik bagi putrinya.
Selama perjalanan hidupnya yang penuh dinamika ini, Aura tampak tetap optimis dan bersemangat, meski harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perceraiannya.
Implications of Custody Management for Single Mothers
Setelah melalui proses panjang dalam hubungan perceraian, Aura kini harus beradaptasi dengan statusnya sebagai ibu tunggal. Mengelola perwalian anak tentu membawa tantangan tersendiri, baik secara emosional maupun administratif.
Di tengah kesibukannya sebagai publik figur, Aura tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk putrinya. Ia memahami bahwa proses ini bukan hanya tentang menyelesaikan dokumen, tetapi juga tentang menciptakan stabilitas dan kenyamanan bagi anaknya.
Dengan dukungan dari tim hukum, Aura percaya bahwa semua hal administratif akan berjalan lancar. Dia mengedepankan pentingnya komunikasi dalam hubungan antara orang tua, meskipun mereka tidak lagi bersama.
Penting bagi Aura untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan mantan suaminya demi kebaikan anak mereka. Hal ini menjadi pondasi esensial dalam membesarkan anak di lingkungan yang sehat.
Dengan terus menerus berusaha menghadapi teka-teki kehidupan, Aura menunjukkan kepada banyak ibu tunggal lainnya bahwa meskipun jalan yang dilalui mungkin penuh liku, tetap ada harapan dan semangat untuk masa depan yang lebih baik.




