Shanty, seorang penyanyi terkenal Indonesia, kini memasuki usia 47 tahun dengan banyak perenungan dalam hidupnya. Belakangan ini, ia terbiasa membuat jurnal sebagai sarana untuk memaknai kembali konsep belahan jiwa atau soulmate. Kebiasaan ini dimulai pada Agustus 2025, dan selanjutnya Shanty bersiap untuk meluncurkan single baru yang penuh makna.
Digaet oleh manajernya, lagu “I Do” yang ditulis oleh Pringgo Aryo dan Vicky Shu, mengantarkan Shanty menemukan koneksi mendalam dalam hidupnya. Meskipun tidak akrab dengan pencipta lagu tersebut, melodi dan lirik lagu tersebut mengingatkannya pada detail-detail yang tertulis dalam jurnalnya.
“Aku menjurnal tentang soulmate, dan berisi keinginan untuk menikah lagi di waktu yang tepat. Ajaibnya, lagu ‘I Do’ muncul setelah proses menjurnal tersebut,” ungkap Shanty. Dalam wawancara eksklusif, ia memperjelas betapa pentingnya momen-momen tersebut dalam kehidupannya.
Perjalanan Musik Shanty: Dari Refleksi ke Kreativitas
Saat berbicara mengenai perjalanan musiknya, Shanty menyatakan bahwa setiap lagu memiliki cara unik untuk menemukan penyanyinya. Ia merasa bahwa lagu-lagu yang menjadi hits dalam kariernya, seperti “Oh Kasih” dan “Hanya Memuji”, seolah-olah mencari dirinya untuk dinyanyikan. Ini adalah pengalaman yang penuh dengan keajaiban dan koneksi emosional.
Selama perjalanan kariernya, Shanty telah melalui banyak fase, dan hal tersebut terwakili dalam lagu-lagu yang dinyanyikannya. Dengan tetap membumi dan merendahkan hati, ia mengingat bagaimana kedua lagu tersebut berhasil menggugah perasaannya dan menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Shanty bahkan merasa bahwa “I Do” memiliki rasa yang sama dengan lagu-lagu sebelumnya karena menyampaikan perasaan yang terhubung dengan perjalanan hidupnya. Ia membayangkan lagu-lagu tersebut seperti karakter dalam film yang sedang mencari peran yang tepat.
Proses Kreatif dan Koneksi Emosional
Lagu “I Do” membawa Shanty ke dalam momen yang penuh refleksi dan koneksi emosional. Proses penulisan jurnalnya membantu ia menemukan kembali makna di balik keinginannya untuk menikah lagi. Setiap detail yang ditulis dalam jurnalnya seolah menjadi panduan untuk kemudian menemukan lagu yang mencerminkan perjalanan ini.
Saat melodi dan lirik “I Do” masuk ke dalam hidupnya, Shanty merasa seperti semua bagian dari hidupnya mulai terhubung. Proses kreatif ini bukan hanya sekadar menyanyi, tetapi lebih kepada perjalanan memahami diri sendiri dan keinginan yang terpendam.
Berbekal pengalaman dan kedalaman emosional, ia berharap bahwa lagu ini akan diterima dengan baik oleh pendengar. Shanty percaya, seperti lagu-lagu terdahulu, “I Do” akan menemukan tempatnya dalam hati para pendengar.
Refleksi Kehidupan dan Harapan di Masa Depan
Kehidupan Shanty selalu dipenuhi dengan momen-momen reflektif yang mendalam. Dalam setiap lagu yang dinyanyikannya, terdapat jejak perjalanan pribadi yang menginspirasi banyak orang. Ini adalah bagian dari kekuatan musik yang dimilikinya.
Dengan memasuki fase baru dalam hidupnya, Shanty kian optimis dan bersemangat menantikan apa yang akan datang. Ia pun berharap agar karya-karyanya nantinya dapat menyentuh banyak hati dan menjadi inspirasi bagi orang lain.
Melalui lagu “I Do” dan proses penciptaan yang dilaluinya, Shanty bertujuan untuk menunjukkan bahwa cinta dan harapan selalu dapat hadir bahkan di tengah perjalanan yang penuh tantangan. Sehingga, ke depannya, ia ingin terus memberikan karya-karya yang memberikan dampak positif.







