Acara Grammy Awards 2026 yang berlangsung pada 1 Februari menyuguhkan momen-momen yang menarik namun juga mencatatkan penurunan jumlah penonton dibandingkan tahun sebelumnya. Data terbaru mencatat bahwa rating acara ini merosot, hanya mencapai rata-rata 14,4 juta penonton, yang merupakan penurunan enam persen dari 15,4 juta penonton di tahun sebelumnya.

Acara ini adalah yang terakhir disiarkan oleh CBS sebelum beralih ke platform ABC, memicu banyak spekulasi mengenai masa depan penghargaan musik ini. Performasi penonton pada tahun lalu bahkan mencatat angka yang lebih rendah, mengindikasikan adanya tren penurunan yang perlu dicermati lebih lanjut.

Dengan jumlah penonton yang mengalami penurunan, Grammy Awards 2026 masih mampu menarik perhatian di media sosial. CBS mengklaim bahwa program ini tetap menjadi topik terhangat di media, meskipun statistik penonton tidak menunjang klaim tersebut.

Perbandingan Penonton Grammy Awards dalam Beberapa Tahun Terakhir

Melihat angka-angka yang ada, Grammy Awards 2025 juga mengalami penurunan sembilan persen dari tahun 2024. Ini menunjukkan adanya perubahan perilaku audiens yang mungkin disebabkan berbagai faktor, baik dari isi acara itu sendiri hingga persaingan dengan platform hiburan lainnya.

Sementara Oscar 2025 menjadi ajang dengan penonton terbanyak, mencapai 19,7 juta, Grammy masih tetap berada di urutan kedua dalam hal pengamatan. Namun perlu diingat, meskipun penontonnya menurun, berbagai statistik menunjukkan bahwa masih ada peminat dan dialog yang berjalan di luar layar televisi.

Hal ini memberikan gambaran bahwa meskipun acara tidak disaksikan secara langsung, ada pengaruh besar di media sosial yang perlu diperhatikan. Hal ini bisa menjadi indikator bahwa masyarakat masih peduli tentang Grammy meskipun tidak menontonnya secara konvensional.

Puncak Acara dan Pemenang Utama di Grammy 2026

Malam puncak Grammy Awards 2026 berlangsung di Crypto.com Arena dan dipandu oleh komedian Trevor Noah. Penampilan dan momen bernilai hiburan dalam acara ini tetap menjadi sorotan, tetapi yang mencuri perhatian adalah pencapaian Kendrick Lamar.

Kendrick Lamar berhasil meraih lima piala, termasuk Record of the Year secara beruntun. Ini menunjukkan dominasi dan pengakuan luas untuk karya-karyanya di industri musik, sekaligus menandai langkah sejarah baru.

Dengan keunggulan ini, Lamar melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Jay-Z dalam hal jumlah Grammy Awards yang dimenangkan oleh musisi hip-hop. Ini adalah pengakuan serta pencapaian signifikan dalam karir musiknya.

Pencapaian Bad Bunny dan Rekor Baru dalam Dunia Musik

Berikutnya, Bad Bunny juga mencatatkan sejarah dengan meraih tiga piala, termasuk Album of the Year untuk karyanya “Debí Tirar Más Fotos.” Album ini menjadi yang pertama dalam bahasa Spanyol yang meraih penghargaan tersebut, menciptakan sejarah baru dalam Grammy.

Pencapaian Bad Bunny juga menegaskan keberhasilan musisi Latino di kancah global, menjadikannya sebagai musisi ketiga dari latar belakang tersebut yang meraih penghargaan ini. Hal ini menunjukkan pergeseran dalam industri musik yang semakin inklusif dan beragam.

Selain itu, Grammy Awards 2026 juga memberikan pengakuan kepada Billie Eilish dan Finneas, yang kini menjadi pemegang piala Song of the Year terbanyak. Keduanya meraih tiga piala setelah lagu “Wildflower” memenangkan kategori tersebut, menambahkan prestasi mereka dalam dunia musik.

Iklan