Film “One Battle After Another” yang disutradarai oleh Paul Thomas Anderson telah menjadi sorotan utama dalam perlombaan menuju Piala Oscar 2026. Namun, perjalanan film ini untuk meraih predikat Best Picture tampaknya tidak semudah yang dibayangkan. Persaingan menghadapi film “Sinners” menjelang final tampaknya semakin ketat, menciptakan ketegangan dan antisipasi di dalam industri perfilman.

Sejak beberapa bulan sebelum pengumuman Oscar, “One Battle After Another” dianggap sebagai kandidat kuat untuk memenangkan penghargaan bergengsi tersebut. Berbagai lahan pertarungan telah dilalui, menjadikan persaingan semakin dinamis dan menarik untuk diikuti.

Persaingan antara kedua film ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2025. Baik “One Battle After Another” maupun “Sinners” telah berkompetisi di ajang Golden Globes dan Critics Choice, menunjukkan kekuatan masing-masing di berbagai kategori.

Perjalanan yang Penuh Tantangan di Golden Globes dan Critics Choice

Dalam ajang Golden Globes ke-83, “One Battle After Another” berhasil membawa pulang piala untuk kategori Best Picture, menandai langkah awal yang baik bagi film ini. Dengan sembilan nominasi, film ini menunjukkan kekuatan yang telah diakui oleh para kritikus.

Sementara itu, “Sinners” meskipun hanya mengantongi tujuh nominasi, berhasil memenangkan dua penghargaan penting, yaitu Cinematic and Box Office Achievement dan Best Original Score. Keduanya mengindikasikan bahwa setiap film memiliki keunggulannya sendiri.

Situasi kembali berubah di Critics Choice ke-31, di mana “Sinners” mencetak rekor baru sebagai film dengan 17 nominasi terbanyak. Rekor ini menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap film tersebut di kalangan penonton dan kritikus.

Dari sisi lain, “One Battle After Another” juga tidak kalah, dengan 14 nominasi. Keberhasilan klasifikasi ini menegaskan konsistensi keduanya di berbagai ajang penghargaan.

Kini, perjuangan mereka berlanjut dengan “Sinners” yang mencetak 16 nominasi di Oscar 2026, menjadi film dengan jumlah nominasi terbanyak dalam sejarah Academy Awards. Sedangkan “One Battle After Another” dengan 13 nominasi menjadi salah satu yang favorit.

Dampak dan Inovasi dalam Dunia Perfilman

Salah satu aspek menarik dari “Sinners” adalah resonansi luasnya di seluruh cabang Academy. Ryan Coogler, sutradara film ini, telah menciptakan gelombang baru dalam representasi budaya, di mana 10 seniman kulit hitam dinominasikan atas karya mereka di film tersebut. Ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam industri yang dulunya seringkali diliputi oleh eksklusi.

Coogler juga mencatat prestasi luar biasa menjadi pria kulit hitam ketiga yang dinominasikan dalam kategori produser, sutradara, dan penulis skenario pada tahun yang sama. Ini menunjukkan bahwa ada perubahan normatif yang signifikan di Hollywood yang mendukung keragaman.

Rekan produsernya, Zinzi Coogler, juga mencetak sejarah sebagai produser Filipina pertama yang dinominasikan dalam kategori film terbaik. Pencapaian ini menunjukkan bahwa keberagaman di belakang layar juga sangat diperhatikan.

Dalam aspek teknis, film “Sinners” juga menonjol dengan Autumn Durald Arkapaw yang menjadi perempuan kulit berwarna pertama yang memperoleh pengakuan dalam bidang sinematografi. Ini adalah langkah maju bagi perempuan dalam industri yang didominasi oleh pria.

Selain itu, Ruth E. Carter mencatatkan prestasi sebagai perempuan kulit hitam dengan nominasi terbanyak dalam sejarah Oscar. Semua ini menunjukkan bahwa inovasi dan pengakuan untuk bakat di luar batas konvensional kini semakin mendapat tempat.

Ruang untuk Kejutan dalam Piala Oscar

Dalam sejarah Piala Oscar, film dengan jumlah nominasi terbanyak seringkali diprediksi bakal keluar sebagai pemenang. Contoh-contoh seperti “All About Eve”, “Titanic”, dan “The Shape of Water” telah membuktikan hal ini. Namun, ruang untuk kejutan selalu ada.

Film “La La Land” pada tahun 2016 menjadi salah satu contoh nyata di mana ekspektasi ditampilkan dengan cara yang sangat dramatis. Kegagalan film ini untuk membawa pulang piala Best Picture menjadi momen yang tidak terlupakan.

Dengan 13 nominasi, “One Battle After Another” tetap menjadi pesaing tangguh, memberi sinyal bahwa industri perfilman memberikan penghormatan besar terhadap film dan sutradaranya. Ini menjadi penanda penting bagi perjalanan karier Anderson yang hingga kini belum mendapatkan Oscar.

Kompetisi kedua film ini juga akan berlanjut di ajang SAG Awards, di mana “One Battle After Another” mendapatkan tujuh nominasi, sementara “Sinners” mengumpulkan lima. Jumlah ini mencerminkan dukungan dari komunitas perfilman.

Keputusan pemenang dua film ini di SAG Awards akan diumumkan pada 1 Maret, dua minggu sebelum Oscar. Persaingan mereka akan mencapai klimaks saat hasil Piala Oscar diumumkan pada 16 Maret mendatang.

Iklan