1/8

‘Didukh’ berupa seikat jerami atau gandum yang melambangkan roh leluhur, kemakmuran, dan kesinambungan generasi. Tampak dalam foto, warga Ukraina yang mengenakan pakaian tradisional dan membawa hiasan tradisional Ukraina ‘Didukh’ menyanyikan lagu-lagu rohani saat mereka mengikuti prosesi Malam Natal di Lviv pada 24 Desember 2025. (YURIY DYACHYSHYN/AFP)

Sejarah dan budaya Ukraina dipenuhi dengan tradisi unik yang memiliki makna yang dalam. Salah satu tradisi tersebut adalah ‘Didukh’, simbol yang sangat dihormati dalam kebudayaan mereka, yang menunjukkan penghormatan kepada leluhur dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Penggunaan ‘Didukh’ di Ukraina menandakan rasa syukur atas berkat pertanian dan keyakinan akan kesinambungan kehidupan. Simbol ini menjadi bagian penting dalam perayaan Natal, menciptakan keterhubungan antara generasi yang lalu dan yang akan datang.

Sejarah dan Makna Simbol ‘Didukh’ dalam Budaya Ukraina

‘Didukh’ berasal dari kata Ukraina yang berarti ‘roh’ atau ‘jiwa’, dan biasanya terbuat dari seikat jerami atau gandum. Dalam praktiknya, simbol ini sering diletakkan di tengah rumah sebagai cara untuk mengenang dan menghormati leluhur.

Tradisi ini telah ada sejak berabad-abad lalu, mencerminkan hubungan erat masyarakat Ukraina dengan alam dan siklus pertanian. Melalui ‘Didukh’, mereka menunjukkan rasa syukur kepada alam dan menyampaikan harapan untuk hasil panen yang baik di masa depan.

Setiap elemen dalam ‘Didukh’ memiliki makna tertentu, seperti hiasan yang digunakan, yang mencerminkan harapan untuk kesejahteraan. Hal ini membuatnya bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga representasi nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat.

Selama prosesi Natal, ‘Didukh’ diarak dalam upacara penting yang melibatkan komunitas. Ini adalah momen di mana semua generasi berkumpul untuk merayakan dan mengingat warisan yang mereka miliki.

Di era modern, meskipun banyak tradisi mengalami perubahan, pengertian dan praktik ‘Didukh’ tetap kuat. Ini menunjukkan ketahanan budaya dan keterikatan masyarakat Ukraina terhadap warisan mereka.

Tradisi Malam Natal di Ukraina dan Pemberian Makna Baru

Setiap tahun, pada malam Natal, masyarakat Ukraina merayakan dengan penuh sukacita dan kehangatan. Dalam suasana berbagi, mereka mengenakan pakaian tradisional yang merefleksikan kekayaan budaya mereka.

Upacara dimulai dengan prosesi yang melibatkan pengangkatan ‘Didukh’, diiringi dengan lagu-lagu rohani. Melalui lagu-lagu tersebut, mereka mengenang perjalanan hidup para leluhur sekaligus menciptakan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.

Selama perayaan ini, makanan khas juga disiapkan sebagai simbol berbagi. Hidangan-hidangan tersebut biasanya terbuat dari bahan alami yang dihasilkan dari pertanian lokal, menekankan pentingnya keberlanjutan.

Pentingnya nilai-nilai kekeluargaan juga ditekankan selama perayaan ini. Setiap anggota keluarga diharapkan untuk terlibat dalam tradisi ini, mengingatkan mereka akan saling keterhubungan antar generasi.

Di berbagai daerah, cara perayaan bisa bervariasi, namun inti dari tradisi tersebut tetap sama. Eksistensi ‘Didukh’ sebagai simbol tetap menjadi pusat perhatian dalam setiap prosesi.

Peran ‘Didukh’ dalam Membangun Identitas Budaya Ukraina

Dalam setiap interaksi, ‘Didukh’ tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga merupakan identitas masyarakat Ukraina. Mereka menggunakan simbol ini untuk memperkuat jati diri nasional, terutama di tengah tantangan modernisasi.

Tradisi yang terkait dengan ‘Didukh’ memancarkan semangat kolektivisme, di mana semua anggota komunitas merasakan pentingnya hidup berdampingan. Hal ini memperkuat rasa saling pengertian dan persatuan di antara mereka.

Keberadaan ‘Didukh’ dalam konteks modern menciptakan jembatan antara tradisi dan inovasi. Masyarakat semakin menyadari pentingnya mempertahankan warisan budaya sembari membuka diri terhadap perkembangan zaman.

Melalui kampanye kesadaran, generasi muda di Ukraina diajak untuk lebih menghargai dan memahami tradisi ini. Dengan demikian, nilai-nilai yang tersimpan dalam ‘Didukh’ akan terus hidup dan diwariskan ke generasi selanjutnya.

‘Didukh’ bukan hanya milik masyarakat Ukraina, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Melalui tradisi ini, mereka berbagi cerita tentang cinta, pengorbanan, dan harapan yang bersinar di tengah kegelapan hidup.

Iklan