Banyak pelajaran berharga yang didapat ketika menjalani kehidupan di luar negeri. Pengalaman yang berharga tersebut hadir dalam bentuk penyesuaian gaya hidup yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari di Indonesia. Salah satu hal menarik yang dialami adalah soal kebiasaan orang Portugis yang gemar berjalan kaki.
Mendengar tentang kebiasaan ini, Dea Panendra, yang baru saja kembali dari Portugal, menceritakan bagaimana kehidupannya selama di sana. “Menghabiskan waktu dengan berjalan kaki menjadi pengalaman yang sangat menyenangkan. Padahal, di Indonesia saya jarang melakukan hal yang sama.” ujarnya.
Di Portugal, Dea mengaku bahwa ia harus beradaptasi dengan berbagai hal baru, sehingga tidak hanya mengeksplorasi kebudayaan, tetapi juga kebiasaan masyarakat setempat. Hal ini memberinya perspektif baru dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.
Pengalaman Berjalan Kaki yang Berbeda di Portugal
Banyak yang mengatakan bahwa Portugal adalah negara yang ramah untuk para pejalan kaki. Dea merasakan sendiri bagaimana kebiasaan berjalan kaki membuat hidup lebih aktif dan menyenangkan. “Jalan di Portugal memang berbeda, kita bisa menjelajahi banyak tempat tanpa terburu-buru,” terangnya.
Saat tinggal di sana, Dea sering melakukan perjalanan jauh menuju tempat-tempat menarik dengan berjalan kaki. Terkadang, perjalanan tersebut menggapai 10.000 hingga 20.000 langkah dalam sehari. “Kadang jempol kaki saya berdarah, tetapi itu sebanding dengan keindahan yang saya lihat,” tambahnya.
Pengalaman berjalan kaki bukan hanya menjadi sarana olahraga bagi Dea, tetapi juga menjadi cara untuk menyatu dengan masyarakat setempat. “Di setiap sudut jalan, ada banyak cerita dan keramahan dari orang-orang yang saya temui,” ujarnya dengan penuh semangat.
Adaptasi Gaya Hidup Sehat di Lingkungan Baru
Selama di Portugal, Dea tidak hanya belajar berjalan kaki, tetapi juga mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai gaya hidup sehat. Ia menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, bukan hanya melalui makanan tetapi juga aktivitas fisik yang rutin. “Menjaga tubuh tetap aktif sangat penting, apalagi setelah mengalami kehidupan yang sangat berbeda,” tuturnya.
Diet yang diterapkan masyarakat di Portugal juga menarik perhatian Dea. Makanan segar seperti ikan, sayur-sayuran, dan buah menjadi menu utama sehari-hari. “Masakan mereka sederhana, tetapi kaya akan rasa dan nutrisi,” paparnya lebih lanjut.
Dea pun mulai menerapkan pola makan sehat ini setelah kembali ke Indonesia. “Saya berusaha menjaga pola makan dan menerapkan kebiasaan baik yang saya pelajari di sana,” ungkapnya, menunjukkan komitmennya untuk hidup lebih sehat.
Memperluas Jaringan Sosial Melalui Pengalaman Internasional
Selain mengubah kebiasaan sehat, tinggal di luar negeri juga membantu Dea memperluas jaringan sosialnya. Ia bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang, yang memberikan pandangan baru mengenai dunia. “Ada rasa persahabatan yang terjalin kuat walaupun berasal dari negara yang berbeda,” kata Dea.
Melalui pengalaman ini, Dea menyadari bahwa hubungan antar manusia dapat melampaui batasan budaya dan bahasa. “Setiap individu memiliki cerita dan pengalaman yang unik, dan kita bisa belajar banyak dari itu,” lanjutnya.
Berkumpul dengan orang-orang lokal dan sesama expatriat, Dea menemukan kenyamanan dan keterhubungan yang tidak terduga. “Momen-momen ini sangat berarti, dan saya berusaha untuk menjaga hubungan tersebut hingga sekarang,” tambahnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjalin koneksi dalam kehidupan internasional.






