Astronot NASA baru saja menyelesaikan misi penelitian yang berlangsung selama lebih dari delapan bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Dengan ini, mereka mengucapkan selamat tinggal kepada ISS setelah menjalankan berbagai eksperimen penting yang akan mendukung misi eksplorasi luar angkasa di masa depan.
Misi ini bukan hanya signifikan bagi para astronot, tetapi juga bagi kemajuan penelitian ilmiah dan eksplorasi ruang angkasa. Dengan selesainya misi ini, mereka membuka jalan bagi kedatangan kru baru yang akan menghadirkan penemuan baru di bidang sains.
Astronot Jonny Kim, Sergey Ryzhikov, dan Alexey Zubritsky, yang berpartisipasi dalam Ekspedisi 73, kini bersiap untuk kembali ke Bumi. Mereka meninggalkan ISS dengan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-27, yang menjadi salah satu mode transportasi teraman dalam sejarah luar angkasa.
Prestasi Penting dalam Ekspedisi 73 yang Patut Diketahui
Selama 245 hari di orbit, kru Ekspedisi 73 tidak hanya menjelajahi keindahan luar angkasa, tetapi juga melakukan berbagai eksperimen ilmiah. Salah satu fokus utama adalah penelitian kesehatan manusia dalam kondisi mikrogravitas, yang dianggap krusial untuk misi jangka panjang ke Bulan dan Mars.
Selain itu, mereka juga melakukan pemeliharaan sistem penting di stasiun yang memungkinkan ISS untuk berfungsi secara optimal. Dengan keberadaan manusia yang telah berlangsung selama hampir 25 tahun di ISS, misi ini menandai tonggak sejarah yang luar biasa.
Dari eksperimen darah hingga studi respons tubuh manusia terhadap kondisi ekstrem, semua ini memberikan data berharga yang akan membantu ilmuwan memahami lebih lanjut tentang pengaruh luar angkasa terhadap kesehatan. Penelitian ini bisa menjadi landasan bagi penelitian lebih lanjut di masa depan.
Kedatangan dan Keberangkatan Astronot
Kru Ekspedisi 73 dijadwalkan meninggalkan ISS pada pukul 20.41 Waktu Bagian Timur, menandai akhir dari perjalanan mereka di luar angkasa. Proses keberangkatan berlangsung dengan aman dan terkendali, memastikan semua langkah dilakukan dengan tepat untuk keselamatan para astronot.
Setelah berpisah dari ISS, pesawat ruang angkasa Soyuz MS-27 diperkirakan akan mendarat di lepas pantai Kazakhstan pada pukul 23.30. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu, baik bagi para astronot maupun keluarga mereka yang telah menunggu dengan penuh harap.
Proses pemulangan ini berarti beberapa eksperimen penelitian sedang diteruskan oleh astronot yang masih berada di ISS. Mereka harus melanjutkan tugas penting mereka dan menjaga kelangsungan penelitian yang sedang berlangsung.
Reaksi dan Harapan Setelah Misi
Salah satu anggota kru yang masih tersisa di ISS, Zena Cardman, mengungkapkan perasaannya terhadap kepergian rekan-rekannya. Dalam pernyataannya, ia menggambarkan momen ini sebagai “seperti menyaksikan bintang jatuh,” menggambarkan kedalaman perasaan dan cinta yang ada di antara mereka.
Keberhasilan Ekspedisi 73 menjadi semangat tersendiri bagi NASA dan mitra internasional dalam proyek eksplorasi luar angkasa. Misi ini menegaskan pentingnya kerja sama global dalam penelitian dan penemuan di luar angkasa.
Dengan misi Artemis yang sedang dipersiapkan, harapan besar akan datang di masa depan, baik untuk manusia maupun eksplorasi luar angkasa. Misi ini membawa semangat baru untuk penjelajahan lebih lanjut, termasuk rencana untuk mendarat di Bulan dan Mars dalam waktu dekat.




