Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berusaha memperkuat ekosistem digital yang aman dengan meluncurkan Indonesia Game Rating System (IGRS). Langkah ini diambil sejalan dengan meningkatnya paparan konten gim online yang dapat memberikan dampak negatif terhadap anak-anak dan remaja.

Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, menyatakan bahwa pengawasan terhadap gim-gim populer menjadi prioritas utama. Isu dampak negatif dari media sosial dan game online telah menjadi perhatian global, menunjukkan pentingnya regulasi yang efektif.

Pentingnya Perlindungan Anak dari Konten Negatif

Konten negatif dalam game bisa berpengaruh signifikan terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, langkah untuk menyusun sistem rating usia adalah langkah preventif yang diperlukan untuk melindungi generasi muda.

Edwin menegaskan bahwa banyak negara telah menerapkan sistem klasifikasi usia untuk gim, seperti Amerika Serikat dan Korea Selatan. Negara-negara ini telah menetapkan batas usia yang jelas bagi pengguna untuk menjaga anak-anak dari konten yang tidak sesuai.

Contohnya, gim populer seperti PUBG dan Free Fire di Amerika ditetapkan untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas. Langkah ini memberikan pembelajaran bagi Indonesia untuk mengimplementasikan regulasi yang serupa.

Peluncuran Indonesia Game Rating System (IGRS)

Pemerintah Indonesia secara resmi meluncurkan IGRS sebagai upaya untuk mengatur akses anak-anak terhadap gim online. Dengan sistem ini, klasifikasi usia dibuat untuk memudahkan orang tua dalam mengawasi permainan yang diakses oleh anak-anak mereka.

IGRS membedakan kategori usia seperti Balita, 7-10 tahun, 10+, 13+, 15+, dan 18+. Hal ini bertujuan untuk memberikan panduan yang jelas tentang gim mana yang boleh dimainkan berdasarkan usia pengguna.

Publisher gim memiliki tanggung jawab untuk melakukan self-assessment sebelum merilis permainan mereka. Dengan demikian, semua pihak bisa berperan aktif dalam menjaga lingkungan permainan yang sehat.

Komitmen untuk Kreativitas Tanpa Mengorbankan Keamanan

Kementerian Komunikasi dan Digital berkomitmen untuk tidak hanya melindungi anak-anak, tetapi juga mendukung kreativitas dalam industri gim. Edwin menekankan bahwa tidak semua aplikasi gim dapat membatasi kreativitas pelaku industri.

Pemerintah juga membentuk tim khusus untuk melakukan review berkala terhadap game yang telah dirilis. Langkah ini dimaksudkan agar industri gim di Indonesia dapat berkembang tanpa menyalahi ketentuan yang sudah ditetapkan.

Melalui upaya ini, pemerintah berusaha menjembatani antara perlindungan dan inovasi di sektor digital. Sektor gim diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pendidikan dan kecerdasan anak.

Iklan