Suara tepuk tangan riuh menggema di Gedung Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Banten, pada hari Sabtu yang cerah. Di atas panggung, siswa Sekolah Rakyat menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa dalam menampilkan bakat-bakat seni mereka di hadapan pejabat pemerintah yang berpengaruh.
Berbagai jenis penampilan menghiasi acara tersebut, termasuk nyanyian, pidato dalam bahasa asing, dan paduan suara. Namun, yang paling menyita perhatian adalah puisi indah yang dibawakan oleh Zahwa Anindita Fauzi, seorang siswa Sekolah Rakyat 4 Jakarta, yang memukau semua yang hadir dengan suaranya.
Di tengah alunan petikan gitar yang mengiringi puisi berjudul “Dari Jalanan Menuju Harapan”, Zahwa membacakan bait demi bait dengan penuh percaya diri. Tepuk tangan meriah dari orang tua dan calon siswa yang hadir mengalun seiring dengan penampilannya yang memukau.
Puisi ini melambangkan perjalanan hidup Zahwa, menceritakan perubahan besar yang dialaminya setelah mendapatkan kesempatan untuk bersekolah. Menurut Zahwa, masa lalu yang sulit kini telah tergantikan oleh harapan yang cerah berkat pendidikan.
“Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini, Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan betapa pendidikan memberi makna baru akan hidup mereka yang sebelumnya berada dalam keterbatasan.
Pendidikan sebagai Jembatan Menuju Masa Depan Cerah
Acara tersebut juga merupakan bagian dari persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 (SRT) Kabupaten Tangerang. Selain penampilan puisi, siswa yang merupakan gabungan dari Sekolah Rakyat Jakarta dan Bekasi juga menunjukkan bakat dalam paduan suara dan pidato bahasa asing.
Pada kesempatan itu, Letkol Teddy, didampingi Menteri Sosial, berinteraksi langsung dengan orang tua dan siswa. Dalam pidatonya, Letkol Teddy menekankan pentingnya Program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Sekolah Rakyat adalah cara dari Presiden untuk menjamin bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan pendidikan. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah dapat melanjutkan,” terangnya. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menuntaskan permasalahan pendidikan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Program Sekolah Rakyat bertujuan untuk membuka akses bagi anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan untuk bersekolah. “Sekolah Rakyat adalah langkah yang diambil untuk mewujudkan mimpi dan cita-cita anak-anak,” tambahnya.
Kerja Sama Antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Pendidikan
Menteri Sosial, Gus Ipul, juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil kerja sama yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan lahan untuk pembangunan sekolah.
“Gubernur, Bupati, dan Wali Kota berkontribusi menyediakan lahan, sementara pembangunan sekolah dilakukan dengan dana yang dialokasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan kolaborasi yang solid dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pertunjukan yang ditampilkan siswa di acara ini mencerminkan kemajuan yang dicapai dalam waktu satu tahun. Gus Ipul memberikan contoh seorang siswa yang sebelumnya kurang mahir dalam membaca, tetapi setelah mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, kini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Setahun di Sekolah Rakyat, siswa tersebut kini sudah lancar membaca. Banyak teman lainnya juga menunjukkan prestasi yang membanggakan,” katanya dengan penuh kebanggaan.
Menjunjung Tinggi Prinsip Kesetaraan Dalam Pendidikan
Gus Ipul juga menggarisbawahi bahwa latar belakang dan kemampuan siswa tidak menjadi penghalang untuk mendapatkan pendidikan yang setara. “Itulah harapan dari Presiden, bahwa Sekolah Rakyat tidak membeda-bedakan kemampuan setiap siswa. Setiap siswa memiliki nilai dan potensi yang sama,” paparnya.
Harapan ini mengindikasikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang sosial, berhak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dalam pandangannya, semua anak dapat berkompetisi dan meraih impian mereka dengan pendidikan yang tepat.
Ketika Zahwa menyampaikan puisi lengkapnya, semua yang hadir merasakan pesan mendalam di dalamnya. Ia tidak hanya mengekspresikan rasa terima kasih kepada pemerintah, tetapi juga mencontohkan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita.
Puisinya menggambarkan betapa pendidikan mengubah kehidupan anak-anak dari situasi sulit menjadi masa depan yang lebih cerah. Kesempatan untuk belajar dan berkembang kini menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Dari Jalanan Menuju Harapan
Dulu,
Jalanan adalah panggung kami.
Di bawah lampu merah,
di antara suara klakson dan debu,
kami bernyanyi
sambil menengadahkan tangan.
Satu lagu untuk sesuap nasi.
Satu senyum untuk bertahan hari ini.
Kami melihat anak-anak lain
berangkat ke sekolah membawa buku.
Sementara kami membawa gitar kecil,
berjalan dari kendaraan
ke kendaraan.
Hari ini,
hidup kami mulai berubah.
Kami tidak lagi bernyanyi
untuk mendapatkan uang.
Kini kami bernyanyi
untuk menyambut masa depan.
Di Sekolah Rakyat,
kami punya tempat untuk belajar,
tempat untuk beristirahat,
makanan yang cukup,
guru-guru yang menyayangi,
dan teman-teman
yang tumbuh bersama kami.
Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan.
Kini Sekolah Rakyat
adalah tempat kami
menjemput masa depan.
Dan kami punya seorang kakak,
yang mengingatkan kami
untuk berani bermimpi.
Letkol Teddy Indra Wijaya,
Duta Sekolah Rakyat,
mengajarkan kami,
bahwa dari mana pun kita berasal,
dengan disiplin, belajar, dan kerja keras,
kami pun bisa berdiri tegak
dan membanggakan Indonesia.
Terima kasih,
Bapak Presiden Prabowo Subianto.
Terima kasih
telah melihat kami
Terima kasih
telah membuka pintu sekolah
dan memberi kami kesempatan
untuk mengubah kehidupan.







