Kim Kardashian baru-baru ini mengungkapkan perasaannya yang mendalam terkait hubungan masa lalunya dengan Kanye West. Dalam siaran perdana season terbaru acara “The Kardashians”, ia berbagi pengalamannya yang getir dan masalah emosional yang timbul selama pernikahannya dengan rapper tersebut.

Ia menyatakan bahwa kehadiran Kanye dalam hidupnya memunculkan perasaan seperti Stockholm syndrome, di mana ia merasa terikat dan bertanggung jawab atas kesejahteraannya meskipun sering kali merasa tertekan.

Kardashian mengaku, “Saya selalu merasa seperti terkena Stockholm syndrome, yaitu saat saya merasa sangat bersalah dan ingin selalu melindunginya.” Pernyataan ini mencerminkan betapa kompleksnya hubungan mereka berdua, yang tidak pernah seimbang dan sering kali dipenuhi dengan kontroversi.

Menghadapi Kontroversi di Balik Momen Bahagia

Hubungan antara Kardashian dan West jarang sekali bebas dari sorotan publik. Sejak awal, keduanya sering menjadi subjek berita dengan cerita-cerita yang penuh drama. Dari berbagai insiden hingga pernyataan publik yang kontroversial, setiap langkah mereka selalu diperhatikan.

Kardashian berusaha keras untuk mendukung Kanye, terutama ketika ia mengalami masa-masa sulit. Namun, beban emosional yang ditanggungnya membuatnya mengalami masalah kesehatan, seperti kambuhnya psoriasis yang sering dipicu oleh stres.

Situasi ini menjadi semakin rumit ketika keempat anak mereka terlibat. Kardashian merasa langkahnya untuk melindungi anak-anak dari efek negatif perilaku Kanye menjadi sangat penting, tetapi juga sangat menantang.

Diremehkan dan Dipahami dalam Hubungan yang Rumit

Kardashian menggarisbawahi pentingnya perannya sebagai ibu dan tanggung jawab untuk memastikan bahwa anak-anaknya tidak terjebak dalam situasi yang berpotensi berbahaya. “Mereka [anak-anak] akan tahu segalanya, dan sebagai ibu saya perlu memastikan mereka terlindungi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk bercerai pada tahun 2021 adalah langkah yang sangat berat, tetapi perlu diambil demi kesehatan mentalnya dan kebahagiaan keluarganya. Tanpa ragu, proses perceraian tersebut menjadikan Kardashian lebih kuat dalam menghadapi realitas yang ada.

Pernyataan Kardashian menegaskan betapa pentingnya memahami diri sendiri dan mempertimbangkan kesehatan mental dalam menghadapi masalah hubungan. Ia telah menyadari bahwa dalam situasi tersebut, tanggung jawab untuk melindungi bukanlah beban yang harus ditanggung sendirian.

Ketegangan yang Muncul Setelah Perceraian

Usai perceraian, tantangan baru muncul ketika Kanye West melontarkan tuduhan bahwa ia dijauhkan dari anak-anaknya. Kardashian merespons dengan tegas, “Ini perceraian, bukan penculikan.” Penjelasannya menggambarkan tekadnya untuk menjaga komunikasi terbuka antara anak-anak dan mantan suaminya.

Penting bagi Kardashian untuk mengingatkan publik bahwa mereka tinggal berdekatan dan bahwa West tahu di mana anak-anaknya berada. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya sifat keibuannya dalam situasi yang tidak mudah seperti ini.

Meski pernikahan mereka resmi berakhir pada tahun 2022, drama yang melibatkan mereka tak terelakkan. Baru-baru ini, Kanye West memulai kembali hidupnya dengan menikahi Bianca Sensori, yang semakin menambah kehebohan di media.

Iklan