Kapal KMP Mutiara Sentosa II mengalami insiden kebakaran yang menakutkan di perairan utara Sumenep, Madura, pada Minggu pagi. Pengalaman menyedihkan ini dialami oleh para penumpang yang terpaksa menghadapi situasi berbahaya ketika api melahap kapal yang mereka naiki.
Di antara penumpang, Arya (23), yang sedang menikmati sarapan di dek kapal, mendengar teriakan panik mengenai kebakaran mobil yang ada di dalam kapal. Suasana tenang yang semula mengelilinginya berubah menjadi kepanikan yang melanda seluruh penumpang, membuatnya segera mencari cara untuk menyelamatkan diri.
Situasi semakin genting saat api mulai melahap bagian depan kapal, dan Arya pun dengan cepat berlari menuju dek. Ia merasa suhu panas yang menjalar membuatnya tidak punya pilihan selain melompat ke lautan demi menyelamatkan nyawa.
Kronologi Kebakaran Kapal di Perairan Sumenep
Kebakaran pada KMP Mutiara Sentosa II terjadi sekitar pukul 08.24 WIB, menurut laporan dari Kepala Kantor SAR Surabaya. Awalnya, nakhoda kapal melaporkan adanya api di bagian depan sebelum komunikasi dengan kapal terputus pada pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB.
Ketika kabar kebakaran sampai ke petugas SAR, mereka segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Pada pukul 08.30 WIB, tim SAR mulai bekerja untuk memastikan lokasi keberadaan kapal dan posisi penumpang yang masih terjebak di dalamnya.
Upaya mengevakuasi penumpang menjadi prioritas utama mengingat situasi yang semakin memburuk. Informasi terkini menyebutkan, kapal lain yang melintas berusaha memberikan bantuan untuk mengevakuasi para penyintas dari lautan.
Pengalaman Menyakitkan Para Penyintas
Arya menceritakan betapa ketakutannya saat terpaksa terombang-ambing di lautan selama lima jam menunggu bantuan. Pelampung yang dikenakannya menjadi satu-satunya harapan di tengah ketidakpastian dan ketakutan akan nasibnya.
Reza, penumpang lain yang juga mengalami kebakaran, mengisahkan bahwa saat kebakaran terjadi, ia berusaha menyelamatkan diri sambil mencari anggota keluarganya. Namun, asap yang mengental membuatnya tidak bisa kembali ke dalam kapal dan terpaksa melompat ke laut demi keselamatan.
Baik Arya maupun Reza, keduanya merasakan ketidakpastian yang luar biasa. Mereka harus pasrah menunggu perahu penyelamat datang untuk mengamankan mereka dari situasi yang membahayakan.
Respons Pihak Terkait dan Penyelamatan
Setelah menerima laporan, tim SAR berkoordinasi dengan kapal-kapal lain yang berada di sekitar lokasi kebakaran. Tindakan cepat ini sangat krusial agar para penyintas dapat segera diselamatkan tanpa menunggu terlalu lama di tengah laut.
Pada akhirnya, bantuan datang dari kapal yang melintas. Sebanyak 234 orang penumpang dievakuasi dengan bantuan tanker Pertamina sebelum mereka dipindahkan ke kapal penyelamat lebih besar seperti KRI Nala-363, yang memastikan keselamatan mereka.
Kedatangan tim penyelamat di lokasi kebakaran pun tidak kalah dramatis. Dengan ketepatan dan kecepatan, mereka mampu menyelamatkan sebagian besar penumpang dan membawa mereka kembali ke pelabuhan dengan selamat.
Kondisi Akhir Penumpang dan Investigasi
Setelah kejadian, pihak berwenang merilis informasi bahwa 229 penumpang berhasil diselamatkan, tetapi lima orang lainnya ditemukan meninggal dunia. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di laut dan tanggap darurat yang siap siaga.
Kepala Kantor SAR Surabaya menyampaikan rasa duka dan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban yang kehilangan. Investigasi pun dimulai untuk mengungkap penyebab pasti dari kebakaran kapal yang menimbulkan kepanikan luar biasa tersebut.
Tragedi KMP Mutiara Sentosa II ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam meningkatkan standar keselamatan pelayaran di Indonesia. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, terutama pada kapal yang beroperasi di rute padat.







