Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa banjir yang melanda Nagari Sungai Batang pada Sabtu malam menyebabkan 450 warga mengungsi. Selain itu, sebanyak 60 orang terjebak dalam banjir yang merendam berbagai wilayah di Kecamatan Tanjung Raya.
“Para pengungsi ini menempatkan diri di rumah kerabat yang lebih aman dari bahaya banjir,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur. Kejadian ini menimbulkan perhatian serius dari berbagai pihak terkait peringatan dan penanganan bencana.
Menurut catatan BPBD, banyak keluarga yang terjebak dalam kondisi berbahaya akibat derasnya arus air. Tercatat sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) dengan total 60 jiwa terperangkap dan memerlukan evakuasi dini agar tidak mengalami risiko lebih lanjut.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, dan TNI lalu melakukan upaya penyelamatan. Pembagian tugas dan koordinasi yang baik menjadi kunci dalam upaya penyelamatan warga yang terjebak dalam banjir tersebut.
Penyebab dan Dampak Banjir di Agam
Banjir di Nagari Sungai Batang ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak Sabtu sore hingga malam. Akibat curah hujan ini, aliran Sungai Batang Tumayo meluap dan menggenangi permukiman warga di sekitar sungai.
Dampak fisik dari banjir ini menyebabkan sejumlah rumah terendam, dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter di beberapa lokasi. BPBD mencatat, di Jorong Labuah, sebanyak 250 warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tergenang air.
“Kondisi ini bukan hal yang baru bagi kami, karena banjir serupa sering terjadi,” jelas Abdul Ghafur. Ia menjelaskan bahwa masalah pendangkalan sungai setelah bencana sebelumnya pada akhir November 2025 semakin memperburuk situasi saat hujan lebat datang.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah laporan banjir masuk, upaya evakuasi segera dilakukan oleh tim gabungan. Para petugas berusaha menjangkau warga yang terjebak untuk memberikan bantuan secepat mungkin agar tidak ada korban jiwa.
Koordinasi antara berbagai instansi sangat penting dalam situasi seperti ini. Evakuasi mandiri juga diupayakan oleh warga yang merasa aman melakukan langkah tersebut untuk keselamatan diri dan keluarga mereka.
Situasi di lapangan menunjukkan bantuan medis, makanan, dan kebutuhan dasar didistribusikan kepada para pengungsi. Ini memastikan bahwa meski dalam keadaan darurat, kebutuhan mendasar mereka tetap terjamin.
Peringatan dan Kewaspadaan di Masa Depan
Meski banjir yang kini melanda Nagari Sungai Batang belum menelan korban jiwa, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Abdul Ghafur menekankan pentingnya tindakan segera saat curah hujan meningkat.
Imbauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah yang lebih besar di masa mendatang, terutama mengingat perubahan cuaca ekstrem yang bisa mendatangkan bencana lebih besar. Kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko akan sangat membantu penyelamatan diri mereka sendiri.
Kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam akan menjadi kunci keberhasilan mitigasi risiko. BPBD juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi terbaru dan pendukung tentang tindakan yang harus diambil saat terjadi bencana.







