Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mengamankan unjuk rasa yang melibatkan sejumlah mahasiswa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara. Aksi tersebut terjadi pada Senin, dengan tujuan utama untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan terkait isu-isu yang dianggap penting oleh para pengunjuk rasa.
Menurut informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, sebanyak 620 personel telah disiapkan untuk menjaga keamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa ini. Mereka terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Medan.
Kepala Bagian Operasi Polrestabes Medan, AKBP Dhana Noer Kurniawan, menjelaskan bahwa pengamanan tidak hanya terfokus di satu titik. Berbagai lokasi lain yang menjadi pusat aksi juga mendapatkan pengawasan ketat agar situasi tetap kondusif.
Strategi Pengamanan dalam Unjuk Rasa di Medan
Pihak kepolisian menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi unjuk rasa yang berlangsung. Diantaranya adalah pembagian personel yang tersebar di lokasi-lokasi penting. Dhana menekankan bahwa titik-titik seperti Universitas Sumatera Utara juga menjadi perhatian pengamanan.
Dalam aksi ini, terdapat beberapa agenda unjuk rasa yang diperkirakan mencapai 20 kegiatan. Namun, fokus utama tetap pada keamanan di Gedung DPRD Sumut untuk memastikan tidak ada gangguan yang terjadi.
Kendaraan taktis seperti water cannon juga disiapkan di sekitar lokasi. Ini merupakan salah satu langkah preventif dalam menghadapi potensi kerusuhan selama aksi berlangsung.
Persiapan Menghadapi Kemungkinan Terburuk
Kepolisian memastikan untuk tetap waspada dengan adanya kemungkinan eskalasi yang dapat terjadi. Dhana mengungkapkan bahwa jumlah massa yang kemungkinan besar mengikuti aksi di DPRD Sumut berkisar antara 200 hingga 300 orang.
Walau demikian, langkah antisipatif tetap dilakukan untuk menjaga ketertiban. Dengan menyiapkan water cannon, diharapkan alat tersebut tidak perlu digunakan, melainkan sebagai langkah preventif saja.
Pengaturan lalu lintas di sekitar Gedung DPRD Sumut juga menjadi perhatian utama. Ruas jalan di depan lokasi aksi akan dikosongkan demi kelancaran dan keamanan selama unjuk rasa berlangsung.
Keterlibatan TNI dalam Pengamanan Aksi Mahasiswa
Keterlibatan TNI dalam proses pengamanan ini merupakan upaya sinergi antarinstansi. Dhana menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama antara TNI, Polri, dan masyarakat.
Sinergi ini diharapkan dapat membantu dalam pemantauan situasi serta memastikan komunikasi yang baik di lapangan. Kehadiran TNI dapat memberikan dukungan tambahan dalam menjaga situasi tetap aman.
Dalam konteks ini, kehadiran mahasiswa dengan delapan tuntutan mereka menjadi sangat penting sebagai bagian dari demokrasi. Tuntutan tersebut termasuk stabilitas harga BBM, efisiensi APBN dan APBD, serta penolakan terhadap proyek tertentu.







