Soimah, seorang pesinden ternama, baru-baru ini mengungkapkan kesedihan akibat mengalami keguguran pada calon anak ketiganya. Kejadian tersebut berlangsung pada Januari 2026, menjadi momen yang tidak mudah baginya, terutama menjelang pernikahan putra sulungnya, Aksa Uyun Dananjaya dengan Yosika Ayumi.
Dalam acara FYP Trans 7 yang ditayangkan pada Jumat (12/6), Soimah memperlihatkan kejujurannya mengenai situasi yang dihadapi. Ia bahkan mengaku tidak menyadari bahwa dirinya tengah mengandung saat itu.
“Iya, keguguran,” ungkap Soimah saat berbicara melalui video, seperti yang dilaporkan oleh sumber media. Meski mengalami kehilangan tersebut, Soimah mengaku tetap bersyukur dengan hadirnya Yosika Ayumi dalam hidupnya sebagai menantu.
Ia merasa bersyukur kepada Allah karena memiliki menantu yang dianggapnya sebagai anak perempuan. Soimah pun menyampaikan betapa bahagianya melihat Yosika Ayumi tumbuh besar dan siap menjadi bagian dari keluarganya.
Dengan semangat yang tinggi, Soimah menantikan kehadiran cucu pertamanya, berharap momen itu bisa segera terwujud. Selama 24 tahun menikah dengan Herwan Prandoko, Soimah dan suaminya telah dikaruniai dua orang putra, yakni Aksa dan Diksa.
Kehidupan Keluarga Soimah yang Penuh Warna
Dalam menjalani kehidupan keluarga, Soimah dikenal sebagai sosok yang penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya. Ia sangat menantikan kehadiran anak perempuan, dan bahkan setelah mengalami keguguran, rasa syukurnya tetap mendalam. Di balik duka, ada harapan baru yang muncul.
Melihat pertumbuhan anak-anaknya, terutama Aksa yang akan menikah, membuat Soimah merasa bangga. Ia menyaksikan semua proses kehidupan mereka dengan penuh perhatian. Baginya, setiap momen adalah berharga, dari kelahiran hingga saat-saat pernikahan.
Selama ini, Soimah berperan sebagai ibu yang tidak hanya memberikan cinta tetapi juga pendidikan yang baik. Ia menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan berhasil dalam kehidupan. Soimah memberikan dukungan penuh kepada mereka, terutama dalam menghadapi tantangan hidup.
Pernikahan Aksa dengan Yosika menjadi salah satu puncak kebahagiaan dalam hidup Soimah. Ia menganggap momen tersebut sebagai awal baru bagi keluarganya, dengan harapan bisa mendapatkan cucu yang bisa menambah kebahagiaan dalam keluarga.
Sejak mempersiapkan pernikahan, Soimah telah melakukan banyak persiapan dan mengundang deretan musisi Jawa ternama untuk memberikan kesan yang magis dalam acara tersebut. Semua itu dilakukan dengan penuh cinta dan perhatian, menciptakan kenangan indah bagi keluarga dan tamu yang hadir.
Hubungan hangat antara Mertua dan Menantu
Soimah juga dianggap memiliki hubungan yang erat dengan Yosika, meskipun orang sering beranggapan bahwa ia adalah mertua yang galak. Nyatanya, kedekatan mereka justru terlihat jelas di depan kamera maupun dalam interaksi sehari-hari.
Melalui berbagai momen kebersamaan, Soimah dan Yosika sering terlihat saling mendukung. Soimah merasa beruntung memiliki menantu yang tidak hanya cantik, tetapi juga berbakat dan membawa kebahagiaan bagi keluarganya.
Keberadaan Yosika dalam kehidupan Soimah merupakan anugerah yang datang pada waktu yang tepat. Ia merasa bahwa kehadiran Yosika melengkapi kebahagiaan dalam keluarganya, serta membawa harapan baru setelah mengalami kehilangan.
Dalam banyak kesempatan, Soimah berbagi cerita mengenai kedekatannya dengan Yosika. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, berbicara tentang berbagai hal, hingga saling memberikan nasihat mengenai kehidupan. Kerjasama dalam berbagai kegiatan menunjukkan betapa harmonisnya hubungan mereka.
Rasa sayang antara Soimah dan Yosika pun semakin terlihat ketika mereka bersama-sama mempersiapkan acara pernikahan. Soimah berperan aktif dalam berbagai detail pernikahan, sementara Yosika juga terlihat sangat antusias dengan segala perencanaan tersebut.
Harapan dan Impian Soimah untuk Masa Depan
Meski menghadapi tantangan dan kesedihan, Soimah tetap optimis menjalani hidup. Ia percaya bahwa setiap pengalaman, baik suka maupun duka, adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani. Harapannya adalah agar keluarga selalu bersatu dan bahagia.
Kehadiran cucu pertama menjadi impian besar bagi Soimah. Ia sangat menantikan saat-saat berharga ketika bisa menimang cucu, sebagai generasi penerus keluarga. Momen tersebut begitu istimewa dan ingin dijadikan kenangan yang tak terlupakan.
Soimah pun berharap agar setiap anak dalam keluarganya bisa mengejar impian dan cita-cita mereka. Dengan dukungan yang penuh dari orang tua, ia yakin bahwa anak-anaknya akan mampu meraih apa yang mereka inginkan dalam hidup.
Selain itu, ia juga ingin tetap berbagi cerita dan pengalaman hidup dengan generasi selanjutnya. Menurutnya, pengalaman adalah guru terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk mendidik generasi muda agar lebih baik.
Sekali lagi, Soimah ingin mengingatkan bahwa hidup adalah anugerah yang patut disyukuri. Dalam setiap langkah kehidupan, ia berharap agar keluarga selalu dapat saling mendukung dan mencintai satu sama lain, meskipun dalam keadaan sulit sekalipun.







