Liputan6.com, Jakarta – Dee Lestari, seorang musisi berbakat, telah lama menghilang dari kancah musik setelah merilis album terkenalnya, Rectoverso, pada tahun 2008. Kini, setelah 18 tahun hibernasi, ia akhirnya siap merilis album ketiganya yang berjudul (Jangan) Jatuh Cinta, yang akan diluncurkan pada 10 Juni 2026. Selama bertahun-tahun, dunia musik telah mengalami perubahan pesat yang terpaksa dihadapi Dee ketika kembali menginjakkan kaki di industri ini.
Salah satu hal terpenting yang ia perhatikan adalah teknologi rekaman yang berubah drastis. Dee menyebutkan bahwa cara rekaman saat ini sangat berbeda dari dulu, dimana pada masa lalu, setiap take rekaman harus hampir sempurna mengingat penggunaan pita kaset. Sekarang, dengan kemajuan teknologi, rekaman dapat dilakukan secara potong-per-potong, yang memberi lebih banyak kebebasan dan fleksibilitas bagi para musisi.
Dee Lestari yang akrab disapa Dewi ini mengungkapkan bahwa pengalaman rekaman kali ini sangat berbeda. Ia terbiasa merekam satu lagu dalam satu sesi secara langsung, terutama saat membuat album Rectoverso. Nostalgia ini membuatnya merasa seperti seorang pendatang baru di dunia yang sudah sangat berubah.
Perubahan yang Dihadapi dalam Proses Rekaman
Bagi Dee, beradaptasi dengan cara rekaman yang baru merupakan tantangan tersendiri. Ia berbagi pengalaman bahwa saat ini, proses rekaman lebih mengutamakan editabilitas yang memungkinkan setiap bagian suara dapat dipotong dan disusun kembali. Hal ini membuatnya terkejut namun juga bersemangat untuk mengeksplorasi metode baru tersebut.
Dee menjelaskan lebih lanjut tentang bagaimana pengalaman rekaman kini jauh lebih efisien. Dengan adanya teknologi digital, setiap kesalahan kecil dapat dengan mudah diperbaiki, hal yang tidak mungkin dilakukan pada masa lalu. “Ini adalah sesuatu yang wajar, tetapi tetap membuat saya merasa tersesat,” ungkapnya.
Meski demikian, Dee tetap memegang nilai-nilai artistiknya. Meskipun proses rekaman kini lebih bergantung pada teknologi, ia tetap ingin memberikan nuansa yang tulus dan autentik dalam setiap lagunya. Baginya, musik adalah ekspresi jiwa, dan ia tidak ingin kehilangan esensi tersebut walaupun banyak hal yang dapat dimodifikasi.
Membangkitkan Kembali Semangat Berkarya
Kembali ke dunia musik setelah sekian lama membuat Dee merasakan kembali semangat berkarya yang mungkin sempat terpendam. Dengan peluncuran album terbarunya, dia berharap dapat menyampaikan pesan yang mendalam dan emosional kepada para pendengar. Musiknya bukan hanya hiburan, tetapi juga sebuah bentuk komunikasi yang kuat.
Dee juga berpendapat bahwa kendati teknologi telah mengubah banyak hal, musik tetap dapat menyentuh hati. Dia percaya, kekuatan musik terletak pada kemampuannya untuk menggugah emosi dan menciptakan koneksi antara seniman dan pendengar. Setiap lirik, melodi, dan nada memiliki cerita yang harus diceritakan.
Dalam konteks ini, album (Jangan) Jatuh Cinta diharapkan dapat memberikan pengalaman yang mendalam. Dee menginginkan agar setiap lagu dalam album tersebut dapat menggugah kenangan, perasaan, dan pengalaman pribadi pendengarnya. Hal ini menjadi salah satu alasan utama mengapa ia sangat bersemangat untuk mengeluarkan album ini.
Belajar dari Masa Lalu dan Menatap Masa Depan
Selain menjalani proses rekaman yang berbeda, Dee juga banyak merenungkan perjalanan kariernya dalam industri musik. Dalam waktu hibernasinya, ia terus berkreasi dan mencari inspirasi dari berbagai sumber. Pengalamannya selama 18 tahun ini tentu membentuk dirinya menjadi seorang musisi yang lebih matang dan bijaksana.
Dia menyadari bahwa perubahan dalam dunia musik tidak hanya berlaku pada teknik dan produk, tetapi juga pada cara berinteraksi dengan penggemar. Di era digital, musisi perlu lebih aktif dalam membangun hubungan dengan penggemar melalui berbagai platform. Hal ini menjadi tantangan baru sekaligus peluang bagi Dee untuk memperkenalkan karyanya ke audiens yang lebih luas.
Dee menyebutkan bahwa meskipun ia merasa seperti pendatang baru, semangat berkarya tidak pernah padam. Dia berkomitmen untuk terus menciptakan musik yang autentik dan berarti, serta mengajak pendengarnya untuk merasakan pengalaman emosional melalui lagu-lagunya.
Komitmen untuk Kualitas dan Keberlanjutan Musik
Di tengah perubahan yang ada, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen Dee terhadap kualitas musik yang dihasilkannya. Ia percaya bahwa setiap lagu yang diciptakan harus memiliki makna dan kedalaman yang dapat menyentuh hati pendengarnya. Komitmen ini menjadi salah satu pilar utama dalam karier musiknya.
Bagi Dee, musik bukan sekadar produk komersial, tetapi juga seni yang harus dihargai dan diperjuangkan. Dalam menghadapi tantangan di industri, ia tetap akan berpegang pada prinsip-prinsipnya dan berusaha untuk menciptakan karya yang dapat bertahan lama. “Saya ingin musik saya bisa dikenang, tidak hanya sekadar popularitas,” ujarnya.
Dengan peluncuran album (Jangan) Jatuh Cinta, Dee Lestari berharap dapat memasuki babak baru dalam kariernya. Meskipun ia telah melalui banyak perubahan, semangat dan cinta terhadap musik akan selalu menjadi bagian dari dirinya. Dekade selanjutnya akan menjadi perjalanan yang penuh warna dan harapan baru bagi musisi ini.







