Aktris Ratu Sofya sedang menghadapi konflik keluarga yang semakin mencuat dan mempengaruhi kariernya di dunia hiburan. Ia menanggapi tuduhan bahwa dirinya telah mengajukan somasi terhadap ibunya, Intan, serta ayahnya, yang diungkapkan melalui media baru-baru ini.
Pernyataan ini keluar setelah Intan mengklaim bahwa Ratu Sofya menuntut pengembalian honor produksinya di film “Dosa” yang dijadwalkan tayang pada tahun 2024. Daya tarik berita ini bukan hanya berkaitan dengan aspek keluarga, tetapi juga dampak emosional terhadap sang aktris.
Ratu mengaku bahwa masalah ini telah berlangsung selama hampir dua tahun dan menimbulkan beban yang berat baginya. Keterlibatannya dalam dunia seni peran tidak membuatnya kebal terhadap tekanan yang datang dari kehidupan pribadinya.
Rincian Permasalahan Dalam Keluarga yang Rumit
Dalam pernyataannya, Ratu Sofya menyebut bahwa masalah ini bukanlah sesuatu yang baru. Meskipun upaya penyelesaian di tingkat kekeluargaan telah dilakukan, belum ada hasil yang memuaskan bagi kedua pihak. Ini menunjukkan betapa rumitnya dinamika keluarga yang dihadapinya.
Tidak hanya konflik dengan ibunya, ketegangan ini juga melibatkan perasaan kecewa yang dalam terhadap pihak rumah produksi. Ratu mengekspresikan rasa frustrasinya karena merasa tidak mendapatkan dukungan yang memadai dalam proses produksi film Dosa.
Ketidaknyamanan yang dirasakannya selama syuting juga sangat signifikan, terutama terkait dengan tidak adanya koordinator adegan intim. Ini adalah hal penting dalam industri film modern yang berfungsi untuk melindungi aktor dalam menjalani adegan yang sensitif maupun intim.
Kesehatan Mental dan Dampaknya terhadap Karier
Ratu juga menyoroti bagaimana konflik keluarga ini berdampak pada kesehatan mentalnya. Tekanan emosional membuatnya merasa tertekan saat melakoni peran dalam film, yang notabene seharusnya menjadi ruang aman dan kreatif bagi seorang aktor. Ia mengakui bahwa kondisi ini kian memperburuk keadaan, dan produktivitas kerjanya menjadi terganggu.
Dalam wawancara yang dilakukan di Jakarta, Ratu mengatakan, “Kalau ditanya capek, sudah pasti saya sangat capek.” Ungkapan ini jelas mencerminkan betapa beratnya beban yang harus ia tanggung. Kontradiksi antara kehidupan profesional dan masalah pribadi membuatnya semakin sulit untuk menemukan keseimbangan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meskipun mengalami banyak tekanan, ia tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik. Ia tidak ingin masalah ini terpublikasi lebih jauh di media, karena ingin menjaga privasi keluarganya.
Menyikapi Isu tanpa Sorotan Media
Ratu Sofya berharap agar kedepannya permasalahan ini dapat diselesaikan secara pribadi. “Saya tidak pernah membuka masalah ini ke publik. Harapan saya, bisa menyelesaikan semuanya tanpa sorotan kamera,” tambahnya. Keinginan tersebut menunjukkan betapa pentingnya menjaga keharmonisan dalam keluarga, meski di tengah ketegangan yang ada.
Ia juga mengimbau kepada pihak-pihak yang tidak terlibat untuk tidak mengaitkan isu ini lebih jauh lagi. Dalam situasi tenang, ia percaya bahwa komunikasi yang baik bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang ada.
Ratu menilai bahwa masalah ini tidak akan dapat diselesaikan jika hanya diungkapkan lewat media. Ia sangat berharap agar bisa menemukan jalan keluar, tanpa harus mempermalukan satu sama lain di hadapan publik.







